Jakarta – Stabilitas sektor perbankan nasional diyakini tetap terjaga oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), meskipun Moody’s Investors Service merevisi outlook sovereign credit rating Indonesia.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan (KEPB) OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan fundamental perbankan saat ini dalam kondisi solid.
“Saya optimistis tidak akan ada dampak yang signifikan,” ujar Dian usai menghadiri acara Economic Outlook CNBC Indonesia, Selasa (10/2/2026).
Dian menjelaskan, perubahan outlook ini merupakan konsekuensi penurunan outlook secara menyeluruh oleh Moody’s.
OJK sendiri tidak melihat adanya persoalan struktural di sektor perbankan yang menjadi pemicu revisi tersebut.
Fokus pengawasan OJK saat ini tertuju pada kondisi individual masing-masing bank.
Dengan jumlah 105 bank umum yang beroperasi, pengawasan dini menjadi kunci untuk mencegah potensi masalah.
“Bagi saya sebagai KEPB, sekarang pengawasan individual bank itu lebih penting. 105 bank umum itu memang banyak. Tapi buat saya, satu bank bermasalah saja itu sudah menjadi ‘pikiran’,” tegas Dian.
Dian menambahkan, revisi outlook oleh Moody’s menjadi tanggung jawab bersama seluruh pemangku kepentingan, terutama yang tergabung dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).
Komunikasi yang lebih intensif dan komprehensif dengan lembaga pemeringkat internasional dinilai penting untuk menjelaskan arah kebijakan ekonomi Indonesia.
Sebelumnya, Moody’s menurunkan outlook kredit lima bank besar di Indonesia menjadi negatif, yaitu Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Bank Negara Indonesia, Bank Central Asia, dan Bank Tabungan Negara.
Analis Moody’s, Clarabelle Tan, menjelaskan revisi outlook ini dipicu oleh meningkatnya risiko terhadap kredibilitas kebijakan pemerintah.
Moody’s menilai risiko tersebut tercermin dari menurunnya kepastian dan konsistensi dalam proses perumusan serta komunikasi kebijakan dalam setahun terakhir.
Meskipun demikian, Moody’s mengakui bahwa peringkat kredit Indonesia masih ditopang oleh ketahanan ekonomi nasional, termasuk kekuatan sumber daya alam dan struktur demografi yang mendukung pertumbuhan jangka panjang.






