Padang – Ratusan ribu warga Kota Padang yang berpotensi terdampak tsunami akan mengikuti simulasi gempa bumi dan tsunami pada November 2025.
Lebih dari 200 ribu jiwa yang tinggal di zona merah tsunami akan dilibatkan dalam latihan kesiapsiagaan ini.
Pemerintah Kota Padang menggelar simulasi untuk meningkatkan kesiapan warganya menghadapi potensi bencana.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan pentingnya latihan ini mengingat tingginya risiko tsunami di wilayahnya.
“Kota Padang disebut sebagai kota dengan potensi risiko tsunami tertinggi di dunia jika ditinjau dari jumlah penduduk yang berada di pesisir pantai,” ujar Fadly Amran.
Data Kajian Risiko Bencana Kota Padang 2023 menunjukkan, tsunami berpotensi mengancam 8 kecamatan, 55 kelurahan, dan 242.750 jiwa.
Untuk mematangkan persiapan, digelar Workshop Drill Menghadapi Gempa Bumi Berpotensi Tsunami di Gedung Youth Centre.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menyebutkan 921 orang dari berbagai unsur terlibat dalam workshop ini.
Peserta berasal dari satuan pendidikan, masyarakat, instansi, lembaga, dunia usaha, rumah sakit, perbankan, perhotelan, dan OPD Kota Padang.
Workshop ini membahas detail rencana evakuasi untuk menghindari tumpang tindih di jalan dan penumpukan di titik evakuasi.






