Ranah

PAN Sumbar Tuntaskan Transisi Kepemimpinan dengan Cepat dan Tetap Solid

55
×

PAN Sumbar Tuntaskan Transisi Kepemimpinan dengan Cepat dan Tetap Solid

Sebarkan artikel ini

Padang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Barat resmi melantik ketua baru pada 14 Juni 2026, hanya berselang lima hari setelah Arisal Aziz melepas jabatannya pada 9 Juni 2026. Kecepatan transisi kepemimpinan ini menjadi bukti nyata soliditas dan harmonisasi internal partai di tengah dinamika politik yang berkembang.

Langkah sigap tersebut sekaligus meredam spekulasi mengenai potensi perpecahan di tingkat akar rumput. Tokoh senior PAN, Guspardi Gaus, menilai pergantian kepemimpinan ini sebagai proses demokrasi yang wajar dan menunjukkan bahwa seluruh kader tetap berada dalam satu barisan yang kokoh.

“Buktinya setelah Arisal Aziz mundur, proses pergantian kepemimpinan berlangsung cepat dan tepat. Ini menunjukkan kuatnya konsolidasi internal partai,” ujar anggota DPR RI periode 2019-2024 tersebut.

Penunjukan kembali Indra Dt Rajo Lelo sebagai nakhoda DPW PAN Sumbar oleh Ketua Umum PAN, Zulkifli Hasan, dinilai sebagai keputusan strategis. Guspardi menegaskan bahwa rekam jejak serta pengalaman panjang Indra dalam mengelola partai menjadi modal krusial untuk menghadapi tantangan politik ke depan.

“Diangkat sebagai ketua DPW tidak ujug-ujug. Beliau sudah berpengalaman dan memahami kepengurusan partai. Dalam partai, kepemimpinan bukan bersifat personal, tetapi kolektif kolegial,” jelasnya.

Guspardi menambahkan, keberhasilan partai di masa mendatang sangat bergantung pada sinergi antara DPW dengan seluruh DPD di tingkat kabupaten dan kota. Menurutnya, perencanaan yang matang serta pendataan yang akurat merupakan kunci utama bagi PAN untuk merebut posisi pimpinan di Sumatera Barat.

Menutup pernyataannya, mantan anggota DPRD Sumbar tiga periode ini menekankan pentingnya loyalitas kader terhadap garis komando partai. Baginya, kepatuhan terhadap keputusan pusat adalah harga mati dalam organisasi yang bersifat vertikal.

“Dalam berpartai harus tegas, lurus, dan satu komando. Apa yang diputuskan ketua umum, kita harus mendengar dan mengikuti,” pungkasnya.