PemerintahanRanah

Ribuan Umat Islam Padang Gelar Parade Tauhid Sambut Tahun Baru Hijriah

57
×

Ribuan Umat Islam Padang Gelar Parade Tauhid Sambut Tahun Baru Hijriah

Sebarkan artikel ini
ribuan-peserta-ikuti-parade-tauhid-sambut-tahun-baru-islam-di-padang
Ribuan Peserta Ikuti Parade Tauhid Sambut Tahun Baru Islam di Padang

Padang – Ribuan umat Islam memadati ruas Jalan Jenderal Sudirman, Kota Padang, dalam gelaran Parade Tauhid untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Selasa (16/6/2026). Aksi longmarch yang dimulai dari Pelataran Masjid Agung Nurul Iman hingga berakhir di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi ini menjadi simbol persatuan dan semangat hijrah masyarakat.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama Wakil Wali Kota Maigus Nasir melepas langsung rombongan peserta yang antusias mengikuti kegiatan tersebut. Sepanjang perjalanan, gema takbir dan salawat terus berkumandang, diiringi kehadiran sejumlah tokoh nasional seperti Habib Rizieq Shihab, Ustadz Derry Sulaiman, serta anggota DPD RI Jelita Donal. Selain itu, keterlibatan konten kreator Willie Salim dan berbagai pimpinan ormas Islam turut memberikan warna tersendiri dalam perhelatan ini.

Fadly Amran menegaskan bahwa parade ini merupakan momentum strategis untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat ke arah yang lebih positif. Pemerintah Kota Padang bahkan berencana mengintegrasikan Parade Tauhid ke dalam agenda tahunan Festival Surau guna memperkuat nilai-nilai Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK).

“Terima kasih kepada seluruh panitia dan masyarakat yang telah berpartisipasi. Mudah-mudahan parade tauhid ini menjadi bagian dari ikhtiar kita memperlihatkan perubahan demi perubahan ke arah yang lebih baik melalui momentum pergantian tahun baru Islam,” ujar Fadly.

Di sisi lain, Pemerintah Kota Padang tengah mematangkan kebijakan melalui Perda Nagari di Dalam Kota untuk mempererat kolaborasi antara pemerintah dan niniak mamak. Langkah ini diperkuat dengan rencana revisi Perda Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum) sebagai instrumen hukum untuk menekan angka tawuran serta pergaulan bebas di kalangan generasi muda.

Inisiator kegiatan, Jelita Donal atau yang akrab disapa Ustadz Jel Fathullah, menjelaskan bahwa rute longmarch yang dipilih memiliki makna filosofis mendalam terkait semangat hijrah. “Aksi ini menjadi simbol hijrah. Semoga kegiatan ini mendapat ridha Allah SWT dan semakin memperkuat persatuan serta kebangkitan umat Islam, khususnya di Sumatera Barat,” tuturnya.

Rangkaian acara ditutup dengan orasi ulama, pembacaan resolusi masyarakat Sumatera Barat, serta doa bersama di Masjid Raya Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabawi sebagai puncak perhelatan.