PemerintahRanah

BPS Tanah Datar Terjunkan 458 Petugas Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

44
×

BPS Tanah Datar Terjunkan 458 Petugas Sukseskan Sensus Ekonomi 2026

Sebarkan artikel ini

Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi komitmen bersama untuk memastikan kelancaran sensus yang dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Tanah Datar – Pemerintah Kabupaten Tanah Datar resmi mengerahkan 458 petugas lapangan untuk melaksanakan Sensus Ekonomi 2026. Agenda pendataan berskala besar ini ditandai dengan Apel Siaga yang berlangsung di halaman Kantor Badan Pusat Statistik (BPS) Tanah Datar, Rabu (17/6/2026).

Wakil Bupati Tanah Datar, Ahmad Fadly, memimpin langsung prosesi pelepasan petugas yang mencakup penyematan atribut, penyerahan kartu jaminan sosial ketenagakerjaan, hingga penandatanganan pakta integritas.

Seluruh rangkaian kegiatan ini menjadi komitmen bersama untuk memastikan kelancaran sensus yang dijadwalkan berlangsung hingga 31 Agustus 2026.

Fadly menegaskan, akurasi data merupakan fondasi krusial dalam merumuskan kebijakan pembangunan daerah.

Ia menuntut objektivitas dan kejujuran penuh dari para petugas di lapangan agar potret ekonomi masyarakat yang dihasilkan benar-benar autentik, tanpa terdistorsi oleh kepentingan tertentu.

“Kita harus bekerja berdasarkan data. Data yang jujur, utuh, dan tidak dibuat-buat akan menjadi pijakan bagi pemerintah untuk menyusun program yang tepat sasaran, sehingga usaha-usaha di Tanah Datar dapat berkembang lebih maju,” ujar Fadly.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyoroti transformasi ekonomi ke arah digital.

Menurutnya, penurunan aktivitas di toko fisik tidak selalu merepresentasikan kemunduran ekonomi, mengingat masifnya migrasi pelaku usaha ke platform marketplace.

Pemerintah daerah berkomitmen terus mendorong pelaku UMKM untuk beradaptasi dengan teknologi guna memperluas jangkauan pasar.

Kepala BPS Kabupaten Tanah Datar, Taufik Amnul Hayat, menambahkan bahwa cakupan sensus kali ini sangat komprehensif, mulai dari usaha rumah tangga, UMKM, hingga perusahaan berskala besar.

Pihaknya telah mengoptimalkan sosialisasi melalui berbagai kanal, termasuk melibatkan pemerintah nagari hingga badan taklim masjid, demi memastikan masyarakat memahami urgensi pendataan ini.

“Partisipasi aktif masyarakat sangat menentukan kualitas data. Kami berharap warga menerima petugas dengan baik dan memberikan informasi yang benar serta lengkap,” tutur Taufik.

Data yang terkumpul nantinya akan menjadi acuan strategis bagi Pemerintah Kabupaten Tanah Datar dalam merancang program pembinaan, termasuk pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM. Melalui data yang akurat, pemerintah daerah optimistis mampu melahirkan kebijakan ekonomi berkelanjutan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.