EkonomiRanah

Pangan Murah Payakumbuh Diserbu, Minyak dan Cabai Habis

242
×

Pangan Murah Payakumbuh Diserbu, Minyak dan Cabai Habis

Sebarkan artikel ini
gerakan-pangan-murah-di-payakumbuh-diserbu-warga,-minyak-goreng-dan-cabai-ludes-hitungan-jam
Gerakan Pangan Murah di Payakumbuh Diserbu Warga, Minyak Goreng dan Cabai Ludes Hitungan Jam

Payakumbuh – Ratusan warga Payakumbuh memadati Pasar Padang Kaduduak pada Senin (3/11/2025). Mereka menyerbu Gerakan Pangan Murah (GPM) yang diadakan Pemerintah Kota (Pemko).

GPM ini diinisiasi oleh Dinas Ketahanan Pangan sebagai upaya menstabilkan harga kebutuhan pokok.

Antrean panjang mengular sejak pagi. Warga rela membawa kantong belanja dan fotokopi KTP demi mendapatkan harga miring.

“Alhamdulillah, sangat membantu. Harga berasnya jauh lebih murah dari di pasar,” ungkap Reni, seorang warga Koto Nan Ampek.

Pemko menyediakan berbagai komoditas strategis dengan harga di bawah pasar.

Mulai dari beras, cabai, bawang, telur ayam, minyak goreng, hingga gula pasir.

Harga beras lokal super Anak Daro (5 kg) dijual Rp65.000, beras SPHP (5 kg) Rp63.000, cabai merah (0,5 kg) Rp25.000, dan bawang merah (0,5 kg) Rp12.000.

Bawang putih (0,5 kg) Rp12.000, gula pasir (1 kg) Rp15.000, telur ayam per papan Rp35.000, dan minyak goreng (2 liter) Rp28.000.

Wali Kota Payakumbuh, Zulmaeta, menegaskan bahwa GPM adalah wujud kepedulian pemerintah kepada masyarakat.

“Kami ingin memastikan semua warga tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Edvidel Arda, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari indikator kinerja utama dinas. Tujuannya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

“Sejak September hingga Oktober, harga beberapa komoditas mengalami fluktuasi cukup tinggi. Karena itu, kami bergerak cepat untuk menekan dampaknya,” jelasnya.

Pemko berencana menggelar kegiatan serupa pada akhir tahun ini. Agenda ini sekaligus memperingati HUT ke-55 Kota Payakumbuh.