PemerintahRanahTeknologi

Pemerintah Amankan Ratusan Ton Limbah Radioaktif Cesium-137

157
×

Pemerintah Amankan Ratusan Ton Limbah Radioaktif Cesium-137

Sebarkan artikel ini
pemerintah-bakal-simpan-426-ton-limbah-terkontaminasi-cesium-137
Pemerintah Bakal Simpan 426 Ton Limbah Terkontaminasi Cesium-137

Serang – Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium-137 akan menyimpan dan mengelola 426,8 ton material yang terkontaminasi radioaktif Cesium-137 (Cs-137).

Material tersebut akan disimpan di kawasan industri Cikande, Serang, Banten.

Ketua Bidang Diplomasi dan Komunikasi Satgas Cesium-137, Bara Krishna Hasibuan, mengatakan material telah dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara.

“Telah dipindahkan ke tempat penyimpanan sementara, yaitu di pabrik PT Peter Metal Technology, dengan pengawasan sangat ketat,” ujarnya di Jakarta, Rabu (29/10/2025).

Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Syaiful Bakhri, menjelaskan limbah material akan disimpan hingga kandungan kontaminasi radioaktifnya meluruh.

“Cesium-137 ini kan 30 tahun,” kata Syaiful.

Proses peluruhan radioaktif akan dilakukan melalui cara kimia maupun fisika.

Syaiful menambahkan, Satgas belum menentukan durasi penyimpanan material yang terkontaminasi.

Lokasi penyimpanan sementara (interim storage) di PT Peter Metal Technology telah mengantongi izin dari Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten).

Dengan izin tersebut, lokasi itu akan menjadi area terbatas untuk segala aktivitas.

Satgas juga belum memutuskan lokasi permanen penyimpanan material terkontaminasi radioaktif.

Keputusan penetapan lokasi belum diambil karena pertimbangan aspek lingkungan, keselamatan, dan perizinan yang harus dikoordinasikan kepada Bapeten.

Sebelumnya, Satgas Penanganan Kerawanan Bahaya Radiasi Radionuklida Cesium 137 mengumumkan terdapat 22 pabrik yang terkontaminasi radioaktif.

Pabrik tersebut termasuk fasilitas industri PT Peter Metal Technology dan PT Bahari Makmur Sejati (BMS).

Namun, saat ini Satgas menyatakan seluruh pabrik tersebut sudah melewati proses dekontaminasi.