Lubuk Basung – Sebanyak 4.922 sekolah yang terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali melaksanakan kegiatan belajar mengajar per 22 September 2026.
Mendikdasmen RI, Prof Abdul Mu’ti, menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan hak pendidikan anak tetap terpenuhi meski dalam kondisi darurat.
Upaya pemulihan ini mengacu pada Rencana Induk Percepatan Pascabencana Sumatra dengan dukungan anggaran mencapai Rp5,6 triliun.
Data menunjukkan 4.821 sekolah telah beroperasi kembali di gedung asalnya masing-masing.
Sebanyak 99 sekolah lainnya masih mengandalkan ruang kelas darurat, sementara dua sekolah sisanya terpaksa menumpang di bangunan lain.
Sebaran sekolah terdampak mencakup 3.120 unit di Aceh, 1.149 di Sumatera Utara, dan 653 di Sumatera Barat.
Progres pembangunan fisik mencatat 562 sekolah telah rampung sepenuhnya, sedangkan 1.954 sekolah lainnya telah mencapai progres di atas 50 persen.
Pemerintah kini memfokuskan perhatian pada 616 sekolah yang progres pembangunannya masih di bawah 50 persen.
Berbagai kendala lapangan seperti kerusakan akses jalan, kelangkaan material, hingga ancaman banjir susulan menjadi tantangan utama dalam percepatan konstruksi.
Proses relokasi 97 sekolah ke zona yang lebih aman juga menghadapi hambatan krusial terkait status lahan.
Sebanyak 60 sekolah dari jumlah tersebut belum dapat memulai pembangunan karena terkendala kepastian legalitas tanah.
Kabupaten Agam menjadi salah satu wilayah yang mendapatkan atensi khusus dalam percepatan penyediaan lahan relokasi.
Abdul Mu’ti mendesak pemerintah daerah segera menuntaskan dokumen hibah tanah dan berkoordinasi dengan Kementerian ATR/BPN untuk mempercepat sertifikasi lahan.
Selain perbaikan fisik, pemerintah telah menyalurkan bantuan sarana pendidikan senilai Rp688,8 miliar serta dukungan psikososial bagi puluhan ribu guru.
Program Indonesia Pintar (PIP) juga menyasar 1.578.409 siswa di 53 kabupaten/kota terdampak dengan total anggaran Rp1,16 triliun.
“Sekolah bukan sekadar bangunan, melainkan tempat anak-anak kita memulihkan rasa aman dan kembali menata harapan,” tegas Abdul Mu’ti dalam pertemuan virtual yang turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Mhd Lutfi.






