BeritaPemerintahanRanah

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Banjir Bandang Melanda

58
×

Pemkab Solok Tetapkan Status Tanggap Darurat Pasca Banjir Bandang Melanda

Sebarkan artikel ini
mahyeldi-prioritaskan-keselamatan-warga-dan-percepatan-pemulihan-banjir-bandang-solok
Mahyeldi Prioritaskan Keselamatan Warga dan Percepatan Pemulihan Banjir Bandang Solok

Solok – Pemerintah Kabupaten Solok resmi memberlakukan status tanggap darurat bencana selama dua pekan ke depan menyusul terjangan banjir bandang yang melumpuhkan pusat pemerintahan daerah.

Bencana yang menghantam Nagari Batang Barus dan Koto Gaek Guguak pada Senin malam tersebut menyebabkan belasan kantor organisasi perangkat daerah terkubur material lumpur.

Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, meninjau langsung lokasi terdampak pada Selasa (22/9/2026) guna memastikan efektivitas penanganan darurat.

Pemerintah memprioritaskan tiga aspek utama, yakni keselamatan jiwa warga, pemenuhan kebutuhan logistik, serta validasi data kerusakan fasilitas publik.

Mahyeldi menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat setempat.

Satu dari dua warga yang sempat dilaporkan hilang kini telah ditemukan, sementara tim SAR gabungan masih terus berupaya mencari satu korban lainnya.

Sekretaris Daerah telah menerima instruksi khusus untuk segera melakukan pendataan kerusakan sebagai landasan utama proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Bupati Solok, Jon Firman Pandu, menegaskan bahwa koordinasi intensif dengan Forkopimda menjadi kunci dalam merespons kelumpuhan pusat pemerintahan akibat bencana ini.

“Ini duka kita bersama, setelah berkoordinasi dengan Forkopimda, kami menetapkan status tanggap darurat selama 14 hari ke depan,” ujar Jon.

Rumah Dinas Wakil Bupati Solok kini beralih fungsi menjadi posko evakuasi utama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Dapur umum kolaborasi pemerintah kabupaten dan provinsi telah beroperasi penuh untuk menjamin ketersediaan pangan bagi para pengungsi.

Pengerahan alat berat dari Balai Wilayah Sungai (BWS) dilakukan secara masif untuk mengeruk sedimen di sepanjang aliran sungai.

Mitigasi banjir susulan menjadi fokus utama mengingat peringatan dini BMKG terkait potensi curah hujan tinggi yang masih mengancam wilayah tersebut.

Mahyeldi menginstruksikan seluruh elemen pemerintah untuk tetap siaga dan menjaga koordinasi agar penanganan di lapangan berjalan efektif tanpa tumpang tindih.