RanahTeknologi

Telkomsel Akselerasi Literasi AI bagi Ribuan Guru di Seluruh Indonesia

125
×

Telkomsel Akselerasi Literasi AI bagi Ribuan Guru di Seluruh Indonesia

Sebarkan artikel ini
ai-mulai-masuk-kelas,-tapi-peran-guru-tak-tergeser
AI Mulai Masuk Kelas, tapi Peran Guru Tak Tergeser

Jakarta – Telkomsel memacu akselerasi literasi kecerdasan buatan (AI) bagi ribuan tenaga pendidik di Indonesia melalui program Terpujilah Guru 2026.

Inisiatif strategis ini membekali para guru dengan keterampilan digital mutakhir untuk menciptakan materi pembelajaran yang lebih kreatif, interaktif, dan relevan bagi siswa.

Program yang bergulir sejak Mei 2026 ini telah menjangkau lebih dari 3.800 guru SMA, SMK, dan MA melalui rangkaian roadshow di sepuluh kota besar serta platform daring.

Seleksi ketat telah menyaring 1.500 peserta hingga menyisakan 400 guru untuk mengikuti akademi daring, 80 guru dalam pendampingan khusus, serta 12 finalis yang menjalani pelatihan intensif di Jakarta.

Kurikulum pelatihan mencakup spektrum luas, mulai dari teknik penyusunan instruksi AI, desain visual, produksi video, hingga pengujian konsep digital yang berpusat pada kebutuhan manusia.

Setiap peserta diwajibkan merancang karya akhir berupa materi ajar aplikatif yang siap diimplementasikan langsung di sekolah masing-masing.

Direktur Human Capital Management Telkomsel, Indrawan, menegaskan kesiapan sumber daya manusia menjadi kunci krusial dalam menghadapi laju perkembangan AI yang sangat pesat.

Indrawan menekankan pentingnya kolaborasi dalam menguji dan mempelajari adopsi teknologi agar para guru mampu membangun kompetensi generasi masa depan dengan lebih efektif.

Meski teknologi AI menawarkan efisiensi administratif, peran guru tetap menjadi kompas utama dalam menjaga esensi kreativitas serta komunikasi emosional di ruang kelas.

Direktur Jenderal Pendidikan Guru dan Tenaga Kependidikan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Nunuk Suryani, memberikan apresiasi tinggi atas semangat para pendidik yang terus berinovasi di tengah padatnya tuntutan pekerjaan.

Nunuk berharap para lulusan terbaik program ini dapat menjadi motor penggerak dalam pengembangan kurikulum berbasis coding dan AI di sektor pendidikan nasional.