PeristiwaRanahSosial

Pemerintah UEA Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Jemaah Haji Korban Banjir Padang

58
×

Pemerintah UEA Salurkan Bantuan Kemanusiaan bagi Jemaah Haji Korban Banjir Padang

Sebarkan artikel ini
jemaah-haji-korban-banjir-terima-bantuan-dana-dari-pemerintah-uni-emirat-arab
Jemaah Haji Korban Banjir Terima Bantuan Dana dari Pemerintah Uni Emirat Arab

Padang – Sebanyak 33 jemaah haji asal Sumatera Barat yang menjadi korban bencana banjir bandang menerima bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) melalui Zayed Foundation. Dana tersebut disalurkan sebagai bentuk apresiasi atas keteguhan niat para jemaah yang tetap menunaikan ibadah haji meski harus kehilangan harta benda dan menghadapi kesulitan ekonomi akibat musibah.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sumatera Barat, M. Rifki, mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari program dukungan internasional bagi 162 jemaah haji yang terdampak bencana di tiga provinsi, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Total anggaran yang digulirkan untuk aksi kemanusiaan ini mencapai 192.000 dolar Amerika Serikat.

“Di balik musibah ada hikmah yang Allah berikan. Pemerintah Uni Emirat Arab menunjukkan kepeduliannya kepada para jemaah haji yang tetap bersemangat berangkat ke tanah suci di tengah kondisi yang tidak mudah,” ujar Rifki saat memberikan keterangan di Asrama Haji Embarkasi, Sabtu (20/6).

Pihak Zayed Foundation secara khusus meminta data jemaah terdampak untuk memberikan dukungan moral sekaligus materi. Kegigihan para jemaah dalam memenuhi panggilan ibadah di tengah ujian kehidupan menjadi alasan utama pihak donor internasional tersebut memberikan perhatian khusus.

Guna menjamin transparansi dan kemudahan akses, dana bantuan langsung ditransfer ke rekening masing-masing penerima setelah melalui proses verifikasi ketat. Rifki menilai program ini sebagai bukti nyata keberhasilan koordinasi Kementerian Agama dalam menyelenggarakan ibadah haji yang inklusif.

Ia berharap bantuan tersebut tidak sekadar meringankan beban finansial, tetapi juga menjadi suntikan motivasi bagi jemaah selama menjalankan rukun Islam kelima di tanah suci. “Ini menunjukkan bahwa semangat dan perjuangan para jemaah mendapat perhatian dari saudara muslim di negara lain. Semoga menjadi penyemangat bagi jemaah dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” pungkasnya.