Padang – Pemerintah Kota Padang resmi meluncurkan Program 3T guna memperkuat fondasi pendidikan keagamaan dalam ekosistem Smart Surau.
Inisiatif yang mencakup Tahsin, Tafsir, dan Tahfiz ini diperkenalkan melalui sosialisasi Kurikulum Ta’limul Qur’an lil Aulad (TQA) serta Madrasah Diniyah Takmiliyah Wustha (MDTW) di Masjid Agung Nurul Iman, Sabtu (11/7/2026).
Kebijakan strategis ini secara khusus menyasar pelajar tingkat SMP sederajat untuk menyempurnakan kompetensi mereka dalam memahami Alquran.
Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menekankan urgensi bagi generasi muda untuk melampaui kemampuan membaca dasar menuju pemahaman serta hafalan yang lebih mendalam.
Keberhasilan kurikulum baru ini sangat bergantung pada pengawasan ketat tenaga pendidik agar materi yang diajarkan tetap linier dengan standar yang ditetapkan.
Terdapat tiga aspek fundamental dalam Program 3T yang menjadi lokomotif utama pendidikan ini.
Pilar Tahsin difokuskan untuk memoles kualitas bacaan siswa agar sesuai dengan kaidah tajwid yang akurat.
Sisi Tafsir akan membimbing para pelajar dalam mengupas makna ayat-ayat suci, dengan prioritas pada Juz 30.
Sementara itu, komponen Tahfiz dirancang untuk membangun konsistensi hafalan Alquran yang berkelanjutan bagi para siswa.
Integrasi ketiga pilar tersebut bertujuan membentuk karakter Qurani sekaligus membiasakan siswa mengimplementasikan nilai agama dalam keseharian.
Seluruh rangkaian pembelajaran dijadwalkan mulai bergulir serentak pada 16 Juli 2026 mendatang.
Agenda pendidikan akan dilaksanakan secara rutin setiap Kamis, Jumat, dan Sabtu malam di masjid atau musala yang menjadi basis TQA dan MDTW.
Durasi belajar ditetapkan mulai setelah salat Magrib berjamaah dan berakhir tepat saat menunaikan salat Isya.
Pemerintah Kota Padang optimistis terobosan ini mampu mencetak generasi muda yang memiliki kepribadian kuat dan berakhlak mulia.






