Ranah

Pemkot Padang Pacu Peningkatan Toleransi Melalui Sinergi Lintas Sektoral

2
×

Pemkot Padang Pacu Peningkatan Toleransi Melalui Sinergi Lintas Sektoral

Sebarkan artikel ini
walikota-fadly-amran-gandeng-setara-institute,-padang-bidik-kenaikan-indeks-kota-toleran
Walikota Fadly Amran Gandeng SETARA Institute, Padang Bidik Kenaikan Indeks Kota Toleran

Padang – Pemerintah Kota Padang berhasil mencatatkan lonjakan signifikan dalam skor Indeks Kota Toleran (IKT) secara nasional.

Pencapaian ini menandai keberhasilan ibu kota Sumatera Barat tersebut keluar dari daftar 10 kota dengan skor toleransi terendah.

Data terbaru menunjukkan posisi Kota Padang kini merangkak naik ke zona berkembang dengan perolehan skor menyentuh angka 70-an.

Wali Kota Padang, Fadly Amran, terus mengintensifkan langkah strategis guna merawat keberagaman etnis sebagai aset berharga daerah.

Pendekatan dialog dan mediasi intensif ditempuh pemerintah untuk menjamin iklim sosial yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Sebagai pemimpin, kita harus menciptakan kerukunan dan mengedepankan mediasi agar tidak terjadi pertikaian antarsesama,” tegas Fadly saat menerima audiensi SETARA Institute, Rabu (22/7/2026).

Sebagai langkah konkret, pemerintah daerah akan menyelenggarakan Padang Harmony Festival pada Agustus mendatang.

Pesta budaya yang bertepatan dengan perayaan Hari Jadi Kota Padang ke-357 ini dirancang sebagai medium perjumpaan berbagai latar belakang agama dan etnis.

Fadly meyakini festival tersebut bakal menjadi instrumen branding yang memperkuat citra Padang sebagai kota harmonis.

Koordinator Peneliti SETARA Institute, Ikhsan Yosarie, memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian kepala daerah yang terjun langsung menyapa kelompok minoritas.

“Ada kemajuan yang menggembirakan di Kota Padang,” ungkap Ikhsan.

Ia menilai progres positif ini merupakan buah kolaborasi kolektif yang melibatkan pemerintah hingga tokoh agama.

Ketua FKUB Kota Padang, Prof. Salmadanis, turut mendorong penguatan regulasi daerah yang lebih inklusif.

“Melalui regulasi yang inklusif, kita ingin membangun kehidupan masyarakat yang menerima seluruh komunitas sebagai satu kesatuan,” tutur Salmadanis.

Sinergi lintas sektoral kini terus diperkuat melalui keterlibatan Kementerian Agama, Bakesbangpol, serta berbagai organisasi kemasyarakatan keagamaan.

Pertemuan tersebut menjadi momentum krusial bagi pemerintah kota untuk memantapkan posisi daerah sebagai kawasan yang menjunjung tinggi toleransi.