Ranah

Pemkot Yogyakarta Percepat Ducting Jalan Utama

69
×

Pemkot Yogyakarta Percepat Ducting Jalan Utama

Sebarkan artikel ini
yogyakarta-targetkan-193-ruas-jalan-bebas-kabel-udara
Yogyakarta Targetkan 193 Ruas Jalan Bebas Kabel Udara

Yogyakarta – Pemerintah Kota Yogyakarta mempercepat penataan kabel udara di 193 ruas jalan utama dengan membangun jaringan ducting fiber optik. Langkah ini ditujukan untuk merapikan tampilan kota sekaligus memindahkan kabel-kabel yang selama ini melintang di udara ke bawah tanah melalui pipa pelindung atau subduct.

Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan proyek tersebut menjadi salah satu prioritas pemerintah kota dalam menata estetika sekaligus infrastruktur telekomunikasi.

“Kami sedang mempercepat pembangunan infrastruktur ducting fiber optik untuk 193 ruas jalan yang semrawut karena padatnya kabel listrik di udara itu,” ujarnya, Jumat, 17 April 2026.

Wawan menyebut, berdasarkan hasil perhitungan, kebutuhan pembangunan ducting fiber optik mencapai 199.337 meter. Karena jaraknya cukup panjang, pengerjaan dilakukan bertahap.

Hingga saat ini, pembangunan infrastruktur ducting baru selesai di akses jalan pintu masuk Kota Yogyakarta sepanjang 10.500 meter. Pekerjaan itu tersebar di 15 ruas jalan utama, termasuk Jalan C. Simanjuntak, Laksda Adisucipto, Jenderal Sudirman, KH Ahmad Dahlan, dan Kenari di depan kompleks Balai Kota Yogyakarta.

Pada tahap awal, pendanaan masih berasal dari sektor swasta melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR. Pemkot Yogyakarta juga telah membahas rencana penataan kabel udara itu bersama Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia DIY.

Penataan lanjutan akan dibagi dalam empat zona utama, termasuk kawasan Sumbu Filosofi yang membentang dari Tugu-Malioboro hingga Keraton. Dalam pengerjaannya, pemerintah kota akan menggunakan metode u-ditch dan pipa PVC sebagai pelindung kabel bawah tanah.

Selain membangun jalur bawah tanah, Pemkot Yogyakarta juga akan memangkas kabel udara dan mencabut tiang fiber optik yang sudah tak terpakai. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi polusi visual sekaligus memanfaatkan tiang penerangan jalan umum atau PJU sebagai titik penempatan fiber optik agar lebih efisien dan tertata.

“Tak adanya kabel semrawut di udara bisa menambah daya tarik Yogyakarta sebagai Kota Wisata,” kata Wawan.

Ia menambahkan, koordinasi dengan operator telekomunikasi terus dilakukan agar proses transisi berjalan lancar tanpa mengganggu layanan publik.

Sementara itu, perwakilan APJII DIY Joko Prasetyo menilai pemindahan kabel ke bawah tanah merupakan langkah berkelanjutan untuk menjaga keamanan jaringan.

“Ducting menyeluruh ini sekaligus memberikan kepastian bagi penyedia jasa internet mengembangkan infrastruktur yang lebih andal,” ujarnya.