Feature

Penghujung Tahun, Wartawan Padang Lepas Dody WP

337
×

Penghujung Tahun, Wartawan Padang Lepas Dody WP

Sebarkan artikel ini
Dodi (berdiri, nomor dua dari kiri) bersama teman-teman wartawan Padang. (Foto: Kliksumbar.com)
Dodi (berdiri, nomor dua dari kiri) bersama teman-teman wartawan Padang. (Foto: Kliksumbar.com)
Dodi (berdiri, nomor dua dari kiri) bersama teman-teman wartawan Padang. (Foto: huda putra)

Tepat di ujung malam dalam pergantian tahun 2013 ke 2014, Wartawan Harian Kompas di Sumbar, Dodi Wisnu Pribadi mengakhiri tugas jurnalistik di daerah ini. Perpisahan sekaligus perayaan tahun baru pun digelar puluhan wartawan di Padang, di Damar Shaker Cafe Jati. Acara Old dan New ini diisi oleh Broadway Band dan dukungan dari GG Mild.

“Perayaan tahun baru yang tak akan pernah dapat aku lupakan. Kota Padang dan Sumbar umumya punya kesan tersendiri dalam penugasanku sebagai wartawan Kompas,” ujar Dodi Wisnu Pribadi di sela-sela pesta perpisahan.

Suasana heboh tak terelakan lagi. Ekspresi gembira sekaligus sedih terlihat di wajah para wartawan.
“Mas Dodi memberikan saya banyak pencerahan dalam karir selaku wartawan,” ujar Agus Embun, wartawan Harian Posmetro Padang.

Sementara wartawan senior Sumbar, Gusfen Khairul mengatakan perpisahan dengan Dodi Wisnu adalah tradisi yang selalu dilakukan saat melepas tugas seorang wartawan yang ditempatkan media massa nasional di Sumbar. “Tahun 2014 adalah tahun baru, tapi kita kehilangan kawan satu profesi untuk bertugas di tempat lain, yaitu Mas Dodi,” ujar Gusfen Khairul yang juga Pemimpin Redaksi www.kliksumbar.com.

Dodi Wisnu Pribadi ditugaskan oleh Harian Kompas di Sumbar sejak Oktober tahun lalu. Terhitung 1 Januari 2014, Dodi ditarik kembali ke pos lamanya di Malang, Jawa Timur. “Selamat jalan Mas Dodi,” ujar Budi Sunandar, Kontributor MNC Group.

Afiliasi : Kliksumbar.com

J.S. Khairen berbicara di depan mahasiswa UNP dalam seminar "Menulis dari Akar: Syair, Syiar, dan Sastra Masa Kini" di Auditorium UNP, Padang.
Feature

Penulis J.S. Khairen menginspirasi mahasiswa UNP dalam seminar di acara Ngaji Literasi x Semesta Buku. Ia berbagi kisah di balik novel “Dompet Ayah Sepatu Ibu” yang mengisahkan perjuangan dua anak miskin untuk meraih pendidikan dan memutus rantai kemiskinan.