Ranah

Perminas Gandeng NEM Kembangkan Rantai Nilai Mineral Kritis

165
×

Perminas Gandeng NEM Kembangkan Rantai Nilai Mineral Kritis

Share this article
perminas-dan-nem-kerja-sama-kelola-mineral-kritis
Perminas dan NEM Kerja Sama Kelola Mineral Kritis

Jakarta – PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas memperkuat posisinya di sektor mineral kritis melalui kerja sama strategis dengan New Energy Metals Holdings Ltd. (NEM). Kemitraan ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) di Jakarta, Senin (16/2/2026).

Langkah ini membuka jalan bagi pengembangan rantai nilai hilir logam tanah jarang (rare earth) di Indonesia.

Direktur Utama Perminas, Gilarsi Wahju Setijono, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung industrialisasi hilir dan tujuan strategis Indonesia di sektor mineral kritis.

“MoU ini menciptakan jalur terstruktur untuk menilai peluang yang menghubungkan potensi sumber daya hulu dengan penciptaan nilai hilir,” ungkap Gilarsi dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2/2026).

Fokus utama MoU ini adalah evaluasi potensi strategis sumber daya niobium dan rare earth elements (REE) Maboumine di Republik Gabon.

Niobium dan logam tanah jarang, termasuk neodymium dan praseodymium, merupakan material krusial dalam industri modern.

Material ini menjadi komponen penting dalam produksi magnet permanen berkinerja tinggi, kendaraan listrik, energi terbarukan, dan aplikasi kedirgantaraan.

President New Energy Metals Holdings Ltd., Abduljabbar Alsayegh, menyambut baik kolaborasi ini dan mengapresiasi visi Indonesia dalam memajukan rantai nilai mineral kritis.

“Sebuah agenda yang semakin penting bagi transisi energi global, kepemimpinan teknologi, dan ketahanan pasokan,” ujar Abduljabbar.

Sebagai tindak lanjut, dibentuk joint working group yang bertugas menjalankan program kerja sama terstruktur dan dipercepat.

Program ini mencakup pertukaran informasi, lokakarya teknis, dan asesmen komersial.

Para pihak akan mengembangkan jalur pengembangan hulu dan hilir di sepanjang rantai nilai logam tanah jarang, dari pemisahan hingga manufaktur magnet permanen.

CEO Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menambahkan bahwa kerja sama ini sejalan dengan ambisi Indonesia untuk mengembangkan rantai nilai mineral kritis strategis yang berorientasi masa depan.

MoU ini menjadi langkah awal bagi Perminas, sebagai BUMN yang baru dibentuk, untuk berperan aktif dalam pengembangan industri mineral kritis di Indonesia.