Bandung – Jumlah investor aset kripto di Indonesia melonjak tajam hingga mencapai 21,07 juta orang per Februari 2026. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap instrumen investasi digital.
Tren serupa juga terlihat di kancah global. World Economic Forum (WEF) mencatat bahwa 42 persen investor dari kalangan Gen Z kini telah memiliki aset kripto. Fenomena ini memicu urgensi penguatan literasi keuangan agar generasi muda mampu mengelola investasi secara bijak dan terukur.
Menyikapi hal tersebut, platform investasi aset kripto Pintu menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk ‘Pintu Goes to Campus’ di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat.
Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menegaskan bahwa pemahaman mengenai literasi keuangan, termasuk aset kripto, merupakan kompetensi krusial bagi mahasiswa di era modern.
“Literasi keuangan sangat penting untuk dipahami bersama. Saat ini sudah banyak produk keuangan, namun jika tidak dipelajari dengan baik, hal tersebut dapat memicu berbagai permasalahan di masa depan,” ujar Arief, Senin (13/4/2026).
Di sisi lain, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Djoko Kurnijanto, menyoroti adanya kesenjangan antara tingkat literasi dengan inklusi keuangan di sektor aset kripto.
“Kita menemui dua kondisi. Di satu sisi, literasi keuangan menjadi tantangan tersendiri. Namun, ketika didalami, ada tantangan lain terkait aset kripto di mana masih terjadi gap antara literasi dengan inklusi,” jelas Djoko.
Bandung – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia melonjak hingga 21,07 juta orang per Februari 2026. Tingginya angka tersebut mencerminkan antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap instrumen investasi digital.
Tren serupa juga terpantau di skala global. Data World Economic Forum (WEF) menunjukkan sebanyak 42 persen investor dari kalangan Gen Z telah memiliki aset kripto. Fenomena ini memicu urgensi penguatan literasi keuangan agar generasi muda mampu mengelola investasi secara bijak.
Menyikapi hal tersebut, platform investasi aset kripto Pintu menggelar kegiatan edukasi bertajuk ‘Pintu Goes to Campus’ di Universitas Padjadjaran (Unpad), Bandung, Jawa Barat.
Rektor Unpad, Arief Sjamsulaksan Kartasasmita, menegaskan bahwa pemahaman literasi keuangan, termasuk aset kripto, merupakan kompetensi krusial bagi mahasiswa.
“Literasi keuangan sangat penting untuk dipahami bersama. Saat ini sudah banyak produk keuangan, namun jika tidak dipelajari dengan baik, hal tersebut dapat memicu berbagai permasalahan di masa depan,” ujar Arief, Senin (13/4/2026).
Senada dengan hal tersebut, Kepala Departemen Pengaturan dan Perizinan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Djoko Kurnijanto, menyoroti adanya kesenjangan antara tingkat literasi dengan inklusi keuangan di sektor aset kripto.
“Kita menemui dua kondisi. Di satu sisi, literasi keuangan menjadi tantangan tersendiri. Namun, ketika didalami, ada tantangan lain terkait aset kripto di mana masih terjadi gap antara literasi dengan inklusi,” jelas Djoko.






