Aceh – Banjir bandang dan longsor yang menerjang Aceh menyebabkan kerusakan masif pada jaringan listrik. PT PLN (Persero) terus berupaya memulihkan sistem kelistrikan di provinsi tersebut.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengungkapkan bahwa kerusakan sangat parah dan memerlukan penanganan khusus. Akses ke titik-titik jaringan yang rusak juga terputus.
“Banjir bandang menyebabkan enam tower transmisi di jalur Bireuen-Arun roboh,” kata Darmawan dalam jumpa pers daring Kementerian ESDM, Selasa (9/12/2025).
Sungai yang sebelumnya hanya memiliki lebar 80 meter, kini meluas hingga 300-400 meter. Akibatnya, tower dan kabel ikut hanyut terbawa arus.
Kondisi ini menyebabkan pasokan listrik dari pembangkit Arun ke Banda Aceh terputus. Pemadaman bergilir pun tak terhindarkan. Suplai cadangan dari PLTU Nagan Raya belum mampu memenuhi kebutuhan listrik ibu kota provinsi.
Selain jalur ke Banda Aceh, kerusakan juga terjadi di jaringan transmisi ke Aceh Tengah, Takengon, dan Bener Meriah. Beberapa tower di jalur ini juga roboh dan penanganan dilakukan secara paralel.
PLN menggunakan alat angkut militer dan udara untuk mengangkut material perbaikan karena akses darat terputus. Sebanyak 35 ton material tower dan tambahan 16 ton kabel serta perangkat penarik diterbangkan menggunakan helikopter TNI AU, truk militer, serta pesawat Hercules dari Jakarta ke Banda Aceh.
“Kami bekerja di medan yang sangat sulit. Jarak pool logistik ke titik tower hanya dua kilometer, tetapi tidak bisa ditembus jalur darat,” ujar Darmawan.
PLN menargetkan beberapa daerah dapat kembali menyala bertahap mulai 11-31 Desember 2025. Perbaikan transmisi Langsa-Pangkalan Brandan menjadi prioritas karena jaringan Aceh masih terisolasi dari sistem kelistrikan Sumatera.
Untuk mengurangi pemadaman bergilir, PLN juga mendatangkan generator tambahan ke titik-titik terdampak. “Kami memahami kesulitan masyarakat akibat kondisi ini. Seluruh tim bekerja penuh agar seluruh Aceh kembali normal secepat mungkin,” imbuh Darmawan.
Berdasarkan data PLN pukul 06.00 WIB, total desa yang sudah menyala mencapai 4.717 desa. Sementara 1.234 desa masih padam. Artinya, sekitar 79 persen wilayah terdampak di 18 kabupaten kini telah kembali teraliri listrik.
Beberapa wilayah yang sudah pulih sepenuhnya antara lain Aceh Besar, Aceh Selatan, Lhokseumawe, Subulussalam, Langsa, Aceh Singkil, dan sebagian besar Aceh Barat.
Sementara itu, di Aceh Timur masih terdapat 453 desa yang akses listriknya masih terputus. Di Aceh Tamiang terdapat 162 desa, Bener Meriah 184 desa, Gayo Lues 75 desa dan Aceh Tengah 102 desa masih padam.






