Ranah

Presiden Perkuat KDKMP untuk Kemandirian Ekonomi Desa

132
×

Presiden Perkuat KDKMP untuk Kemandirian Ekonomi Desa

Sebarkan artikel ini
Presiden Prabowo Subianto optimistis terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai kekuatan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa.
Presiden Prabowo Subianto optimistis terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai kekuatan baru untuk mendorong pertumbuhan ekonomi desa.

Nganjuk – Presiden Prabowo Subianto menegaskan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai salah satu instrumen utama untuk memperkuat ekonomi desa sekaligus mengurangi ketergantungan warga pada pihak luar. Melalui program ini, pemerintah menargetkan setiap desa memiliki kemampuan mengelola potensi sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakatnya sendiri.

Penegasan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan operasionalisasi 1.061 KDKMP di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah di Kabupaten Nganjuk, Sabtu (16/05/2026). Ia menilai koperasi desa dapat menjadi motor pertumbuhan yang konkret karena memberi ruang bagi desa untuk bertumpu pada kekuatannya sendiri.

Prabowo menyoroti persoalan klasik yang selama ini membelit petani, mulai dari akses pupuk, permodalan, hingga distribusi hasil panen ke pasar. Berbagai hambatan itu kerap membuat produk pertanian tidak terserap secara optimal, bahkan rusak sebelum sampai ke konsumen.

“Banyak panen yang rusak, panen yang puso. Banyak petani dulu ngeluh ke saya, ‘Pak, saya punya mangga yang terhebat di dunia tapi tidak ada yang beli.’ Tidak ada yang masuk kampung dia, padahal kampung dia itu 5-6 kilo ke dalam,” ucap Presiden.

Menurut Prabowo, KDKMP dirancang untuk menjawab persoalan tersebut secara langsung. Koperasi desa akan memiliki sarana distribusi sendiri sehingga tidak lagi bergantung pada pihak lain dalam menyalurkan hasil panen ke pasar tujuan.

“Sekarang koperasi punya truk sendiri, punya pick up sendiri, dia tidak akan tergantung mana pun. Dia akan mengantar hasilnya panen dia ke tempat yang dia kehendaki, ke pasarnya yang dikehendaki,” lanjutnya.

Di luar fungsi penjualan sembako dan penyaluran pupuk bersubsidi, koperasi ini juga diproyeksikan menjadi pusat layanan ekonomi di tingkat desa. Fungsinya mencakup penyaluran gas, layanan kredit murah, distribusi bantuan pemerintah, hingga apotek dengan harga obat terjangkau.

“Obat yang kita tekan sehingga semurah-murahnya bisa dicapai oleh rakyat di seluruh Indonesia,” tutur Presiden.

Prabowo juga memaparkan target percepatan pembangunan koperasi dalam skala besar. Usai peresmian seribu koperasi, pemerintah memasang sasaran peluncuran hingga puluhan ribu koperasi pada Agustus mendatang.

“Dari seribu ini, dilaporkan kepada saya bahwa pada bulan Agustus kita akan lompat meresmikan 30 ribu koperasi. Kalau umpamanya tidak sampai 30 ribu, kalau hanya sampai 20 ribu, saya katakan 20 ribu ini juga adalah prestasi yang saya kira jarang bisa diketemukan di negara lain,” ujar Presiden.

Ia menambahkan, percepatan tersebut menjadi bukti bahwa pemerintah bersama seluruh institusi negara mampu menghadirkan terobosan besar. “Pemerintah Indonesia dengan lembaga-lembaganya, dengan institusi-institusinya, kalau punya kehendak, kalau punya strategi, kalau punya tekad, kalau punya kerja sama, kita mampu berbuat yang luar biasa,” tandasnya.