EkonomiRanah

Purbaya Optimistis Stabilitas Keuangan Nasional Terjaga Hingga 2025

169
×

Purbaya Optimistis Stabilitas Keuangan Nasional Terjaga Hingga 2025

Sebarkan artikel ini
purbaya:-stabilitas-sistem-keuangan-triwulan-iii-2025-tetap-terjaga
Purbaya: Stabilitas Sistem Keuangan Triwulan III 2025 Tetap Terjaga

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan sistem keuangan Indonesia dalam kondisi stabil pada kuartal III 2025.

Stabilitas ini diharapkan mampu menopang pertumbuhan ekonomi di tengah ancaman risiko global.

Kepastian ini disampaikan Purbaya usai rapat berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 31 Oktober 2025.

“Rapat menyepakati untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi kebijakan antar lembaga anggota KSSK, maupun dengan kementerian atau lembaga lain,” ujar Purbaya dalam konferensi pers di kantor Bank Indonesia, Jakarta, Senin (3/11/2025).

KSSK yang beranggotakan Menteri Keuangan, Gubernur Bank Indonesia (BI), Ketua Dewan Komisional Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Ketua Dewan Komisional Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sepakat meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko.

Pemerintah juga akan merespons dengan kebijakan yang efektif.

Purbaya menjelaskan, konsumsi rumah tangga dan investasi pada triwulan ketiga tetap terjaga berkat dukungan pemerintah, otoritas moneter, dan sektor keuangan.

Penjualan retail September 2025 tumbuh 5,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu (yoy).

“Diikuti keyakinan konsumen terhadap kinerja pemerintahan dan ekonomi yang terus membaik,” imbuh Purbaya.

Aktivitas manufaktur kembali ekspansif pada akhir triwulan ketiga 2025, ditandai dengan Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur mencapai 50,4 di bulan Juni 2025.

Penempatan dana pemerintah sebesar Rp 200 triliun juga meningkatkan likuiditas perekonomian, tercermin dari pertumbuhan uang primer sebesar 13,2 persen yoy.

Likuiditas perekonomian meningkat sejalan dengan kebijakan moneter longgar dan ekspansi likuiditas.

Pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) mencapai 8 persen pada September 2025, lebih tinggi dibandingkan 6,5 persen pada bulan Juni 2025.

Menkeu juga menyoroti tantangan pertumbuhan ekonomi dunia akibat kebijakan tarif impor Amerika Serikat yang menyebabkan ketidakpastian.

Namun, ekspektasi perbaikan ekonomi ke depan mulai menguat.

Di Amerika Serikat, aktivitas ekonomi yang masih lemah berdampak pada pelemahan pasar tenaga kerja.

Hal ini mendorong bank sentral AS (Federal Reserve) memangkas suku bunga acuan (Fed Funds Rate) sebesar 25 basis poin pada Oktober 2025 menjadi kisaran 3,75-4 persen.

Lembaga Dana Moneter Internasional (IMF) merevisi ke atas pertumbuhan ekonomi global tahun ini menjadi 3,2 persen dalam laporan 2025.

Angka ini lebih rendah dibandingkan tahun 2024 (3,3 persen), namun lebih baik dari proyeksi sebelumnya (3 persen).