Jakarta – Pemerintah menargetkan penyaluran 350 ribu unit rumah subsidi tahun ini melalui program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewi meninjau langsung kesiapan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk mencapai target tersebut.
Purbaya mengingatkan agar penyaluran rumah subsidi terus dimaksimalkan. Ia akan mengevaluasi realisasi penyaluran pada akhir bulan ini.
“Saya akan lihat akhir bulan seperti apa. Kalau bagus, ya kita tidak pindahin uangnya, tapi kalau ada masalah kita pindahin ke tempat lain dulu,” tegas Purbaya saat mengunjungi Kantor Kementerian PKP, Selasa (14/10/2025).
Menteri PKP Maruarar Sirait optimistis target penyaluran rumah subsidi tahun ini dapat mencapai minimal 96 persen dari target 350.000 unit hingga akhir Desember 2025.
“Saya sudah laporkan penyerapannya. Saya janjikan penyerapan kami itu akan tercapai,” kata Maruarar.
Kementerian PKP juga berencana menambah jumlah rumah yang akan direnovasi dari 45.000 menjadi 400.000 unit pada tahun depan.
Maruarar menambahkan, Kementerian Keuangan siap membantu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK yang menjadi kendala pengembang.
SLIK OJK menjadi penghambat karena dapat menurunkan target penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi jika calon pembeli memiliki catatan keuangan yang buruk.
“Beliau siap membantu menyelesaikan dan memberi jalan keluar dengan kebijakan,” pungkas Maruarar.
Menkeu Purbaya mengapresiasi upaya Kementerian PKP dalam merealisasikan penyaluran rumah subsidi. Ia mendukung penuh upaya ini agar target pemerintah membantu masyarakat berpenghasilan rendah memiliki rumah dapat tercapai.






