Ranah

Sumbar Terapkan Sistem Satu Arah Hadapi Mudik 2026

169
×

Sumbar Terapkan Sistem Satu Arah Hadapi Mudik 2026

Sebarkan artikel ini
jalur-alternatif-terbatas,-pemprov-sumbar-fokus-keselamatan-mudik-2026
Jalur Alternatif Terbatas, Pemprov Sumbar Fokus Keselamatan Mudik 2026

Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) memberlakukan rekayasa lalu lintas satu arah untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik Lebaran 2026. Kebijakan ini diambil sebagai respons terhadap potensi lonjakan pemudik dan kondisi sejumlah jalur utama yang belum sepenuhnya pulih pascabencana akhir 2025.

Sistem satu arah akan diterapkan pada pukul 10.00–14.00 WIB untuk rute Padang–Bukittinggi, dan pukul 14.00–18.00 WIB untuk rute Bukittinggi–Padang.

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, menyatakan, rekayasa lalu lintas ini merupakan hasil evaluasi kondisi lapangan.

“Keselamatan adalah prioritas, kelancaran mengikuti,” tegas Mahyeldi, Kamis (26/2/2026).

Mahyeldi menambahkan, tekanan lalu lintas diperkirakan meningkat saat puncak mudik dan libur Lebaran, terutama pada H+1 hingga H+5.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) turut mendukung langkah Pemprov Sumbar.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik.

“Kita ingin masyarakat tetap bisa mudik dengan aman dan nyaman. Koordinasi dan kolaborasi lintas sektor menjadi kunci,” ujar Dudy.

Kapasitas jalur alternatif di Sumbar saat ini terbatas karena jalur Lembah Anai masih dalam tahap pembangunan.

Ruas Sicincin–Malalak juga belum dapat digunakan akibat kerusakan pascabencana.

Kondisi ini menyebabkan konsentrasi kendaraan di koridor Padang–Bukittinggi.

“Artinya, ruang manuver kita dalam pengaturan lalu lintas menjadi lebih terbatas. Karena itu, langkah antisipatif mesti disiapkan lebih awal dan lebih terukur,” pungkas Mahyeldi.