Ranah

Mahyeldi Dorong Penguatan Fikih Wasathiyah untuk Merawat Persatuan Umat Islam

8
×

Mahyeldi Dorong Penguatan Fikih Wasathiyah untuk Merawat Persatuan Umat Islam

Sebarkan artikel ini
mahyeldi-dorong-penguatan-fikih-wasathiyah-untuk-menjawab-tantangan-keagamaan-kontemporer
Mahyeldi Dorong Penguatan Fikih Wasathiyah untuk Menjawab Tantangan Keagamaan Kontemporer

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menggaungkan urgensi fikih wasathiyah sebagai fondasi utama menjaga persatuan umat di tengah dinamika zaman.

Penerapan moderasi beragama dipandang mendesak demi membentuk pola pikir keislaman yang argumentatif, menyejukkan, serta berorientasi pada kemaslahatan publik.

Gagasan tersebut mengemuka saat pembukaan Nadwah Fiqhiyyah Internasional di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat, Rabu (29/7/2026).

Forum intelektual yang diprakarsai Ikatan Dai Indonesia (IKADI) Sumbar ini menghadirkan pakar syariah terkemuka asal Suriah, Syekh Abdul Al-Razzaq An-Najm.

Sebanyak seratus peserta yang terdiri dari akademisi, dai, dan pimpinan pondok pesantren turut ambil bagian dalam diskusi mendalam mengenai metodologi ijtihad fikih kontemporer.

Mahyeldi menekankan pemisahan tegas antara ranah dakwah yang menenangkan umat dengan ruang kajian ilmiah yang menjadi otoritas para ulama.

“Umat harus disuguhi pemahaman yang menghadirkan kedamaian, ketenangan, serta menjaga persatuan,” tegas Gubernur.

Kehadiran ulama Suriah dalam forum ini menjadi momentum strategis dalam mempererat dialog keilmuan antarnegara yang memiliki kesamaan tradisi mazhab Syafi’i.

Gubernur berharap IKADI konsisten menjadi garda terdepan dalam menjawab berbagai problematika keagamaan melalui pendekatan fikih yang dinamis dan teguh pada prinsip syariat.

Penguasaan metodologi hukum Islam dinilai krusial dalam membentuk sumber daya manusia berkarakter untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Transformasi karakter melalui pemahaman agama ini harus berjalan beriringan dengan penguatan ketahanan pangan, energi, maupun ketahanan nasional.

Anggota DPR RI, Rahmat Saleh, menyatakan kesiapannya untuk menopang keberlanjutan program kajian keislaman melalui dukungan jalur reses.

Wakil Ketua IKADI Sumbar, Muhammad Rido, memberikan apresiasi atas komitmen pemerintah daerah terhadap pengembangan ilmu syariah di wilayah tersebut.

Ketua Panitia, Dr. Defrinal, menjelaskan bahwa pembatasan jumlah peserta dilakukan demi menjaga efektivitas sesi diskusi selama tujuh jam pembahasan.

Seluruh peserta mendapatkan kesempatan mendalami metodologi fikih secara komprehensif di bawah bimbingan langsung pakar asal Damaskus tersebut.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menargetkan forum ini mampu mencetak pendakwah adaptif yang berperan sebagai perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.