Ranah

Tim Medis Tunda Keberangkatan Jemaah Haji Tanah Datar

80
×

Tim Medis Tunda Keberangkatan Jemaah Haji Tanah Datar

Share this article
tim-medis-padang-tunda-keberangkatan-jemaah-haji-asal-tanah-datar
Tim Medis Padang Tunda Keberangkatan Jemaah Haji Asal Tanah Datar

Padang – Pemeriksaan kesehatan terhadap calon jemaah haji Kloter 13 Embarkasi Padang asal Kabupaten Tanah Datar, Desma Herman Saer, 63 tahun, berujung pada penundaan keberangkatannya ke Tanah Suci setelah tim medis menyatakan ia tidak laik terbang. Kondisi Desma dinilai membutuhkan perawatan intensif dan tidak memenuhi syarat untuk menjalani penerbangan jarak jauh.

Desma tiba di Asrama Haji Embarkasi Padang menggunakan ambulans dengan didampingi petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Datar. Setibanya di klinik, tim kesehatan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) langsung memberikan penanganan darurat karena kondisi fisiknya sangat lemah.

Dokter Klinik Kesehatan Embarkasi Padang, dr. Resnita, mengatakan jemaah tersebut masuk ke ruang klinik menggunakan brankar. Keluhan utama yang disampaikan adalah pembengkakan pada kedua kaki.

“Jemaah masuk ke ruang klinik menggunakan brankar. Keluhan utamanya adalah terdapat pembengkakan pada kedua kaki,” ujarnya, Kamis, 7 Mei 2026.

Pemeriksaan lanjutan menunjukkan sejumlah tanda klinis yang membuat tim medis harus segera merujuknya ke fasilitas kesehatan yang lebih memadai. Resnita menjelaskan, pasien tampak pucat, mengeluhkan badan lemas, mengalami pembengkakan di bagian perut kiri bawah, serta memar pada kaki kiri akibat riwayat sempat terjatuh di kamar mandi.

“Pasien tampak pucat, mengeluhkan badan lemas, terdapat pembengkakan pada bagian perut kiri bawah, serta memar pada kaki kiri akibat riwayat sempat terjatuh saat berada di kamar mandi,” kata Resnita.

Diagnosis awal menyebut Desma mengalami anemia berat disertai gangguan elektrolit. Kondisi itu diduga kuat dipicu penyakit keganasan yang dideritanya, sehingga ia dinyatakan tidak laik terbang ke Tanah Suci demi alasan keselamatan medis.

Usai menjalani pemeriksaan penunjang di asrama haji, Desma segera dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang. Saat ini, ia menjalani perawatan intensif di ruang kebidanan kelas I lantai I rumah sakit tersebut dan telah menerima transfusi darah sebanyak tiga kantong untuk menstabilkan kondisinya.

Status tidak laik terbang itu resmi ditetapkan melalui Berita Acara Pemeriksaan Kesehatan tertanggal 7 Mei 2026. Padahal, Desma semula dijadwalkan berangkat bersama Kloter 13 dengan Garuda Indonesia penerbangan GIA 3513 rute Padang-Jeddah pada Jumat dini hari, 8 Mei 2026.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Sumatera Barat, M. Rifki, menyampaikan keprihatinan atas kondisi tersebut sekaligus memberikan dukungan moril kepada jemaah dan keluarganya. Ia menegaskan keselamatan jemaah tetap menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan ibadah haji.

“Keselamatan jemaah senantiasa menjadi prioritas utama kita. Syarat istithaah kesehatan benar-benar diterapkan secara ketat agar setiap jemaah terlindungi dari segala risiko yang tidak diinginkan selama menjalankan ibadah haji yang sangat menguras fisik,” ujar Rifki.

Ia juga mengapresiasi kesigapan tim kesehatan Embarkasi Padang dalam melakukan skrining dan penanganan awal. Menurutnya, respons cepat petugas sangat membantu memastikan kondisi medis jemaah tertangani dengan tepat.

“Alhamdulillah, tim kesehatan bergerak dengan sangat cepat sehingga kondisi medis jemaah bisa segera ditangani dengan tepat. Mari kita doakan bersama agar beliau segera diberikan kesembuhan,” katanya.

Rifki menambahkan, apabila kondisi fisik Desma membaik dan dinyatakan memungkinkan, ia dapat diberangkatkan bersama kloter berikutnya. Ia menegaskan, pemeriksaan kesehatan berlapis di embarkasi bukan untuk mempersulit jemaah, melainkan sebagai bentuk mitigasi dan perlindungan mutlak.