Ranah

Toyota Bangun Pabrik Bioetanol Lampung Tahun Ini

132
×

Toyota Bangun Pabrik Bioetanol Lampung Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
toyota-akan-bangun-pabrik-bioetanol-di-lampung
Toyota Akan Bangun Pabrik Bioetanol di Lampung

Lampung – Pemerintah menyiapkan Provinsi Lampung sebagai lokasi pembangunan pabrik bioetanol Toyota Motor Asia yang ditargetkan mulai direalisasikan tahun ini. Lokasi itu dinilai ideal karena berada dekat dengan sentra perkebunan tebu dan termasuk salah satu daerah penghasil tebu terbesar di Indonesia.

Wakil Menteri Investasi Todotua Pasaribu mengatakan fasilitas tersebut tidak hanya akan mengandalkan tebu, tetapi juga disertai penanaman sorgum sebagai bahan baku pendukung atau support feedstock. “Selain pembangunan plan juga nanti ada rencana untuk penanaman salah satu support feedstock-nya, yaitu sorgum,” kata Todotua dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Todotua menjelaskan, pembangunan pabrik ditargetkan dimulai pada tahun ini dan selesai dalam waktu tiga hingga empat tahun. Meski nilai investasinya belum ditetapkan, pemerintah telah menunjuk konsultan untuk menyusun studi kelayakan.

Dari fasilitas tersebut, produksi bioetanol berbasis tebu dan sorgum diproyeksikan mencapai 60 ribu kiloliter per tahun. “Kalau berjalan seharusnya maksimal 2028 sudah bisa produksi,” ujarnya.

Ia menambahkan, kapasitas produksi bioetanol nasional saat ini diperkirakan baru sekitar 120 ribu kiloliter. Karena itu, proyek ini juga masuk dalam upaya pemerintah memperluas pemanfaatan tanaman pangan sebagai sumber energi baru, seiring rencana penerapan campuran 10 persen bioetanol atau E10 pada bahan bakar fosil untuk kendaraan bermotor.

Rencana pembangunan pabrik bioetanol ini sebelumnya sudah dibahas Toyota bersama Kementerian Investasi pada 2025. Pertemuan terbaru disebut sebagai kelanjutan untuk mematangkan desain pembangunan dan target yang hendak dicapai.

Untuk kebutuhan sorgum, Todotua menyebut lahan yang akan dimanfaatkan mencapai 6 ribu hektare. Sementara untuk tebu, ia tidak merinci sumber lahannya. “Rencananya akan menjadi multi-feedstock, baik dari generasi pertama maupun kedua,” tuturnya.

Chief Executive Officer Toyota Motor for the Asia region, Masahiko Maeda, mengatakan perusahaannya terus mencari solusi yang layak untuk bahan bakar kendaraan. Ia menegaskan Toyota telah berinvestasi di Indonesia selama puluhan tahun di industri otomotif dan telah menyediakan berbagai segmen mobil bagi masyarakat.

“Namun pada akhirnya, bersama dengan pemerintah, kami dapat menyediakan semua jenis mobil yang sudah kami miliki. Itulah salah satu pendirian kami,” kata Maeda.

Pertemuan itu merupakan tindak lanjut dari kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Jepang pada 29-31 Maret 2026. Dalam lawatan tersebut, Prabowo sempat berdialog dengan 13 pimpinan perusahaan asal Jepang, termasuk Toyota, guna mendorong masuknya investasi ke Indonesia.