Ranah

Transaksi Saham BEI Naik, IHSG Justru Melemah

198
×

Transaksi Saham BEI Naik, IHSG Justru Melemah

Sebarkan artikel ini
nilai-transaksi-harian-bei-naik-25,35-persen-selama-sepekan
Nilai Transaksi Harian BEI Naik 25,35 Persen Selama Sepekan

Jakarta – Nilai transaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) melesat 25,35 persen, mencapai Rp 29,52 triliun pada periode 23-27 Februari 2026. Lonjakan ini menjadi sinyal positif bagi pasar modal Indonesia.

Sebelumnya, nilai transaksi harian pada pekan sebelumnya hanya berada di angka Rp 23,89 triliun.

Kenaikan juga terjadi pada rata-rata volume transaksi harian, naik 8,55 persen menjadi 51,02 miliar saham, dari sebelumnya 47 miliar saham.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan, “Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami perubahan sebesar 0,44 persen,” dalam keterangan tertulis, Sabtu (28/2/2026).

IHSG ditutup pada level 8.235,485, sedikit menurun dari posisi 8.271,767 pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi pasar BEI juga terkoreksi 1,03 persen menjadi Rp 14.787 triliun, dari sebelumnya Rp 14.941 triliun.

Frekuensi transaksi harian tercatat berubah 3,72 persen menjadi 2,95 juta kali transaksi, dibandingkan sebelumnya 3,06 juta kali transaksi.

Investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp 694,22 miliar pada periode tersebut.

Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing mencatatkan nilai jual bersih Rp 9,51 triliun.

BEI mencatat delapan pencatatan efek selama periode 23-27 Februari 2026, terdiri dari enam obligasi dan dua sukuk.

Pada Rabu (25/2/2026), Obligasi Berkelanjutan VI Indomobil Finance Tahap II Tahun 2026 mulai dicatatkan, dengan nominal pokok Rp 2,5 triliun dan peringkat AA- dari Pefindo. PT Bank Mega Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Di hari yang sama, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry mencatatkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2026 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2026, masing-masing senilai Rp 1,05 triliun dan Rp 1,55 triliun.

Pefindo memberikan peringkat idA untuk obligasi dan idA(sy) untuk sukuk. PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Kamis (26/2/2026), Obligasi Berkelanjutan V SANF Tahap II Tahun 2026 dicatatkan, dengan nilai pokok Rp 1,2 triliun dan peringkat idAA dari Pefindo. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Obligasi Berkelanjutan IV Bank Panin Tahap IV Tahun 2026 juga tercatat pada hari yang sama, dengan nilai pokok Rp 2,71 triliun dan peringkat idAA dari Pefindo. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Jumat (27/2/2026), Obligasi Berkelanjutan VII Federal International Finance Tahap III Tahun 2026 dicatatkan, dengan nilai pokok Rp 2,5 triliun dan peringkat AAA(idn) dari Fitch Ratings Indonesia. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.

PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk juga mencatatkan Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III Tahun 2026 dan Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2026, masing-masing senilai Rp 2 triliun dan Rp 500 miliar.

Pefindo memberikan peringkat idAAA untuk obligasi dan idAAA(sy) untuk sukuk. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk bertindak sebagai wali amanat.

Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat sepanjang 2026 mencapai 30 emisi dari 21 emiten, dengan nilai emisi mencapai Rp 28,71 triliun.

Total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI berjumlah 677 emisi, dengan nilai outstanding sebesar Rp 560,01 triliun dan US$ 134,01 juta, diterbitkan oleh 133 emiten.

Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI berjumlah 186 seri, dengan nilai nominal mencapai Rp 6.683,44 triliun dan US$ 352,10 juta.

Efek Beragun Aset (EBA) sebanyak tujuh emisi senilai Rp 3,69 triliun.