Jakarta – Layanan shuttle premium, TRAVL, meningkatkan standar keamanan dan kenyamanan penumpang dengan mengadopsi teknologi Internet of Things (IoT) di seluruh armadanya. Sistem ini memungkinkan pemantauan posisi dan kecepatan kendaraan secara real-time.
Unit bisnis travel PT Maya Gapura Intan (MGI) ini menargetkan 60 ribu penumpang hingga akhir tahun ini.
Berbagai fitur berbasis IoT telah terpasang di setiap unit TRAVL.
Fitur tersebut meliputi GPS, sistem pendingin udara optimal, dan port USB Type-C fast charging di setiap kursi.
Business Development Manager TRAVL, Fillipus Christian, menjelaskan bahwa IoT berfungsi mengukur laju kendaraan.
Sistem akan memberikan peringatan otomatis jika pengemudi melampaui batas kecepatan maksimal 100 km per jam.
GPS juga mendeteksi pelanggaran seperti penggunaan bahu jalan.
Seluruh sistem penjadwalan telah terintegrasi secara digital untuk memastikan ketepatan waktu perjalanan.
“Kami menargetkan pemasangan di 100 unit shuttle TRAVL,” ujar Fillipus.
Guna meningkatkan brand awareness, TRAVL aktif memanfaatkan media sosial.
Salah satu caranya dengan menggandeng influencer TikTok dan key opinion leader (KOL).
Menurut Filipus, pemanfaatan KOL yang dekat dengan pengikutnya efektif untuk menjangkau masyarakat yang mencari referensi perjalanan melalui media sosial.
TRAVL melayani rute Jakarta–Bandung pulang pergi sejak 22 Desember 2025.
Saat ini, TRAVL mengoperasikan 33 unit shuttle premium.
Dari jumlah tersebut, 24 unit aktif beroperasi dan melayani sekitar 3.900 penumpang.
Waktu tempuh perjalanan Jakarta–Bandung diperkirakan sekitar tiga jam.
Shuttle beroperasi mulai pukul 04.00 WIB hingga 21.00 WIB, dengan keberangkatan setiap satu jam sekali.
Saat ini, rata-rata setiap unit shuttle TRAVL melayani dua hingga tiga penumpang di setiap perjalanannya.
Ke depannya, TRAVL berencana menambah layanan pengiriman barang, paket perjalanan, serta memperluas rute di wilayah Jawa Barat.
Dalam tiga hingga empat tahun mendatang, perusahaan menargetkan pembukaan rute menuju Jawa Tengah.






