Jakarta – Potensi investasi batu bara dinilai memiliki peluang untuk menggantikan emas sebagai instrumen investasi yang menguntungkan. Hal ini diungkapkan oleh pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Bhima Yudhistira.
“Investasi batu bara berpotensi menjadi alternatif investasi yang menarik, bahkan bisa menggeser emas,” ujar Bhima.
Menurut Bhima, meningkatnya permintaan akan batu bara sejalan dengan pertumbuhan ekonomi global, terutama di negara-negara berkembang. Selain itu, batu bara juga memiliki stabilitas harga yang relatif lebih baik dibandingkan dengan komoditas lainnya.
“Saat ini, harga batu bara tengah mengalami tren naik karena tingginya permintaan dari negara-negara berkembang seperti India dan Tiongkok,” tutur Bhima.
Meski demikian, Bhima mengingatkan bahwa investasi batu bara juga memiliki risiko yang cukup tinggi. Fluktuasi harga batu bara sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor global, seperti perubahan kebijakan pemerintah di negara-negara produsen dan konsumen.
“Investor perlu mempertimbangkan risiko dan manfaat sebelum memutuskan berinvestasi di batu bara,” kata Bhima.






