Limapuluh Kota – Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota mengukuhkan komitmen pelestarian tradisi melalui perhelatan Lomba dan Festival Seni Budaya Tahun 2026.
Wakil Bupati Limapuluh Kota, Ahlul Badrito Resha, meresmikan pembukaan gelaran tersebut pada Senin (03/08/2026).
Ajang ini diproyeksikan menjadi inkubator bagi talenta muda Minangkabau untuk melahirkan karya kreatif yang mampu mengharumkan nama daerah.
Ahlul mendesak agar eksistensi budaya tidak sekadar dipandang sebagai simbol fisik semata.
Ia berharap wilayahnya bertransformasi menjadi pusat peradaban yang kokoh, terutama melalui penguatan narasi sejarah dan karya tulis sastra.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Limapuluh Kota, Antoni, menuturkan bahwa rangkaian festival telah bergulir sejak Rabu lalu dan akan mencapai puncaknya pada Kamis mendatang.
Pihaknya berencana membukukan karya tulis para peserta sebagai warisan literasi yang bernilai guna bagi generasi penerus.
Agenda festival mencakup kompetisi menulis cerita rakyat, lomba bercerita legenda, hingga pertunjukan seni Badendang Minang.
Antoni menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan benteng pertahanan untuk melindungi budaya lokal dari arus degradasi zaman.
Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi saat mementaskan narasi klasik, seperti Sampelong Sati, Keramat Tuanku Taram, serta legenda Malin Kundang.
Dewan juri memberlakukan standar penilaian ketat, khususnya dalam menjaga kemurnian bahasa daerah.
Setiap kontestan wajib menggunakan Bahasa Minangkabau yang otentik dan dilarang hanya menerjemahkan Bahasa Indonesia ke dalam dialek setempat.






