EkonomiRanah

Waskita Karya Bangun Sekolah Rakyat, Investasi Rp 1,16 Triliun

335
×

Waskita Karya Bangun Sekolah Rakyat, Investasi Rp 1,16 Triliun

Share this article
waskita-karya-garap-proyek-sekolah-rakyat-senilai-rp-1,16-triliun
Waskita Karya Garap Proyek Sekolah Rakyat Senilai Rp 1,16 Triliun

Jakarta – PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali meraih proyek besar. Kali ini, BUMN konstruksi itu mendapatkan kontrak pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Jawa Timur senilai Rp 1,16 triliun.

Penandatanganan kontrak proyek SR Tahap II ini dilakukan di Kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU).

Direktur Utama Waskita Karya, Muhammad Hanugroho, dan Direktur Sistem Strategi Penyelenggara Prasarana Strategis Kementerian PU, Usman Hermanto, turut hadir menyaksikan momen penting tersebut.

Corporate Secretary Waskita Karya, Ermy Puspa Yunita, mengungkapkan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan pemerintah.

“Kami bersyukur sekaligus merasa bangga dapat kembali dilibatkan dalam pembangunan Sekolah Rakyat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (2/12/2025).

Menurut Ermy, proyek ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendukung program pemerintah, khususnya program prioritas Presiden Prabowo dalam pengentasan kemiskinan.

Waskita Karya akan membangun SR di sejumlah wilayah di Jawa Timur, meliputi Kabupaten Gresik, Jombang, Sampang, Tuban, hingga Kota Surabaya.

Targetnya, pembangunan seluruh gedung sekolah dapat dirampungkan dalam waktu sekitar delapan bulan.

Selain ruang kelas untuk jenjang SD hingga SMA, Waskita Karya juga akan membangun fasilitas pendukung lainnya.

Fasilitas tersebut meliputi asrama siswa, asrama guru, kantin, sarana olahraga, sarana ibadah, dan gedung serbaguna.

Ermy berharap, sekolah-sekolah ini dapat segera dimanfaatkan pada tahun depan.

“Waskita Karya berupaya menyelesaikan proyek sekolah rakyat dengan maksimal serta tepat waktu,” tegasnya.

Sebelumnya, pada pertengahan November lalu, Waskita Karya juga telah memulai pembangunan SR di Sulawesi Selatan dengan nilai proyek Rp 1,23 triliun. Proyek tersebut tersebar di lima kabupaten, yaitu Wajo, Sidrap, Tana Toraja, Soppeng, dan Barru.