Ranah

Dr. Rosita Medina Perkuat Jejaring Pendidikan Anak Internasional di Singapura

16
×

Dr. Rosita Medina Perkuat Jejaring Pendidikan Anak Internasional di Singapura

Sebarkan artikel ini
dr.-rosita-medina-wakili-indonesia-di-konferensi-paud-internasional-singapura-2026
Dr. Rosita Medina Wakili Indonesia di Konferensi PAUD Internasional Singapura 2026

Singapura – Para akademisi serta praktisi pendidikan anak usia dini dari berbagai belahan dunia berkumpul di Singapura untuk mengikuti konferensi tahunan Pacific Early Childhood Education Research Association (PECERA) 2026.

Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 10 hingga 12 Juli ini, menjadi ajang pertukaran riset mutakhir dan berbagi praktik terbaik dalam pengembangan anak.

Dr. Rosita Medina hadir dalam pertemuan bergengsi tersebut mewakili Indonesia guna memperluas jejaring serta memperkaya wawasan terkait pendidikan berbasis karakter.

Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang Provinsi DKI Jakarta ini menggarisbawahi urgensi masa usia dini sebagai fase penentu dalam membentuk identitas, kreativitas, dan kecerdasan generasi masa depan.

Baginya, sistem pendidikan harus melampaui sekadar pengejaran skor akademik.

“Pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga perlu menanamkan nilai moral, karakter, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap budaya sejak anak berada pada usia dini,” tegas Rosita di sela-sela pembukaan konferensi, Jumat (10/7/2026).

Dalam kapasitasnya sebagai praktisi, ia memberikan atensi khusus terhadap peran sentral orang tua sebagai teladan utama di lingkungan domestik.

Orang tua memegang fungsi ganda sebagai model sekaligus fasilitator dalam menumbuhkan nilai-nilai luhur bagi sang buah hati.

Seluruh wawasan yang diperoleh dari forum internasional ini akan diintegrasikan Rosita ke dalam program pendidikan berbasis keluarga serta pelestarian adat di Indonesia.

Pertemuan berskala Asia Pasifik ini diharapkan menjadi katalisator kolaborasi lintas negara antara lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, dan komunitas budaya.

Sinergi yang terbangun kelak diproyeksikan mampu menciptakan ekosistem pendidikan anak usia dini yang inklusif, berkualitas, sekaligus kokoh menjaga jati diri bangsa.