Ranah

Pemko Bukittinggi Percepat Transformasi Infrastruktur Kota Modern dan Ramah Pejalan Kaki

16
×

Pemko Bukittinggi Percepat Transformasi Infrastruktur Kota Modern dan Ramah Pejalan Kaki

Sebarkan artikel ini
pemko-bukittinggi-rancang-penataan-fasilitas-umum-dan-wajah-kota-modern
Pemko Bukittinggi Rancang Penataan Fasilitas Umum dan Wajah Kota Modern

Bukittinggi – Pemerintah Kota Bukittinggi resmi mematangkan cetak biru pembangunan infrastruktur strategis untuk periode 2026-2027.

Agenda percepatan transformasi wajah kota menjadi kawasan modern yang ramah pejalan kaki mengemuka dalam rapat koordinasi bersama Forkopimda di Aula Balaikota, Senin (13/7/2026).

Langkah agresif ini merupakan tindak lanjut terpilihnya Bukittinggi sebagai salah satu dari 10 kota di Indonesia yang menerima program Integrated City Planning (ICP) dari Bappenas RI.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menetapkan penataan wajah kota sebagai prioritas mutlak pemerintah daerah guna mendongkrak daya saing pariwisata.

Pemerintah daerah menargetkan terciptanya iklim kota yang modern, aman, nyaman, dan berkelanjutan bagi seluruh warga maupun wisatawan.

Konsep pedestrian friendly akan segera diterapkan secara masif pada akses utama menuju ikon wisata Jam Gadang.

Sejumlah ruas jalan seperti Jalan Istana, Jalan Minangkabau, Jalan Sudirman, Jalan Perwira, dan Jalan Ombilin bakal dipercantik dengan pemasangan conblock.

Fasilitas pendukung seperti kursi taman dan pohon peneduh akan disematkan di sepanjang jalur tersebut untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki.

Pemerintah juga berkomitmen memperkuat sistem pencahayaan jalan serta mengoptimalkan ruang terbuka hijau di pusat kota.

Guna menjaga kelancaran mobilitas, otoritas setempat telah menyusun skema rekayasa lalu lintas bertahap menuju kawasan Jam Gadang dan Panorama.

Sektor ekonomi rakyat turut menjadi sasaran utama melalui revitalisasi besar-besaran di kawasan Pasar Bawah.

Perbaikan sistem drainase menjadi prioritas krusial untuk memastikan pasar tradisional tersebut terbebas dari ancaman genangan air.

Pemerintah menjamin perombakan lantai dan atap pasar akan meningkatkan aspek kebersihan tanpa menghilangkan identitas tradisionalnya.

Pengerjaan infrastruktur lainnya mencakup peremajaan area taman depan serta kafe di Taman Marga Satwa dan Budaya Kinantan (TMSBK).

Optimalisasi estetika kota juga menyasar pemasangan lampu hias di pusat ekonomi kreatif dan kawasan Janjang 40, serta pembangunan gapura gerbang atas.