Agam – Pemerintah Kabupaten Agam tengah mempersempit pilihan rute pembangunan jalan tol melalui koordinasi intensif bersama PT Hutama Karya dan Kementerian Pekerjaan Umum pada Senin (13/7/2026).
Langkah ini diambil untuk meminimalisir dampak sosial serta ekonomi bagi lahan permukiman dan sektor pertanian warga setempat.
Bupati Agam, Benni Warlis, menegaskan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap proyek strategis nasional tersebut.
Seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) diinstruksikan untuk menyajikan data yang presisi sebagai pijakan utama kebijakan.
“Data harus akurat baik secara administratif maupun lapangan agar tidak ada pihak yang dirugikan,” tegas Benni saat memimpin rapat virtual.
PT Hutama Karya sebelumnya telah mengusulkan empat alternatif trase dengan tingkat risiko yang berbeda.
Evaluasi sementara menempatkan trase ketiga dan keempat sebagai kandidat paling potensial karena dinilai paling minim mengintervensi area produktif masyarakat.
Keputusan akhir nantinya akan sangat bergantung pada kajian teknis mendalam dari Kementerian PU terkait struktur tanah, kondisi medan, serta aspek mitigasi bencana.
Pemkab Agam bersama pihak pengembang menjadwalkan peninjauan lapangan secara langsung pada Rabu (15/7/2026).
Agenda tersebut akan memetakan secara spesifik area pembebasan lahan sekaligus menentukan posisi strategis pintu keluar tol di wilayah Agam.






