Lubuk Basung – Pemerintah Kabupaten Agam memperkuat langkah strategis untuk meredam laju inflasi daerah melalui keterlibatan intensif dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi tahun 2026.
Staf Ahli Bidang SDM Kabupaten Agam, Taslim, hadir mewakili bupati dalam forum koordinasi virtual yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri pada Senin (13/7).
Fokus utama pembahasan dalam rapat tersebut menyasar fenomena kenaikan harga ikan segar yang kini menjadi pemicu utama gejolak inflasi di sejumlah wilayah.
Pemerintah daerah menerima instruksi tegas untuk menggalang sinergi lintas sektor demi menjamin stabilitas harga serta ketersediaan stok kebutuhan pokok bagi warga.
Langkah preventif dinilai krusial guna memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga meskipun di tengah tekanan harga komoditas pangan.
Selain mengulas inflasi, pertemuan itu turut mengevaluasi progres pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang menuntut koordinasi antar instansi secara terpadu.
Hasil sensus tersebut nantinya berfungsi sebagai acuan fundamental bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan pembangunan yang presisi dan tepat sasaran.
Agenda rapat juga membedah pemutakhiran Data Terpadu Sosial Nasional (DTSN) Versi 3 Tahun 2026 demi mengoptimalkan efektivitas penyaluran program perlindungan sosial.
Diskusi berkembang ke arah evaluasi dukungan daerah terhadap Program 3 Juta Rumah yang memerlukan kolaborasi solid antara pemerintah pusat dan kabupaten.
Pemerintah Kabupaten Agam menyatakan komitmen penuh untuk menyukseskan seluruh agenda prioritas nasional demi mendorong kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.






