Ranah

UPZ Baznas Semen Padang Rampungkan Program Peternakan Berdayakan Ekonomi Mustahik Padayo

2
×

UPZ Baznas Semen Padang Rampungkan Program Peternakan Berdayakan Ekonomi Mustahik Padayo

Sebarkan artikel ini
upz-baznas-semen-padang-tuntaskan-program-kambing-etawa,-dorong-mustahik-menjadi-muzaki
UPZ Baznas Semen Padang Tuntaskan Program Kambing Etawa, Dorong Mustahik Menjadi Muzaki

Padang – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Baznas Semen Padang resmi menuntaskan Program Ekonomis Komunitas Kambing Etawa di Padayo Goat Farm, Kelurahan Indarung, Kota Padang.

Inisiatif strategis ini menyasar percepatan kemandirian ekonomi bagi para mustahik melalui sektor peternakan kambing etawa perah.

Wakil Ketua UPZ Baznas Semen Padang, Verdy Radinal Gusman, memimpin langsung prosesi penutupan program pada Senin (13/7) lalu.

Evaluasi komprehensif dilakukan bersama akademisi Fakultas Peternakan Universitas Andalas serta instansi teknis dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat dan Dinas Pertanian Kota Padang.

Proyek yang mengusung tema “Merawat Berkah, Peternak Kolektif Berdedikasi, Hasil Melimpah Tiada Henti” ini menjadi bukti konkret optimalisasi zakat produktif.

Sebanyak 92 ekor kambing etawa telah didistribusikan kepada lima keluarga penerima manfaat di Kampung Padayo sejak pertengahan 2024.

Bantuan tersebut terdiri dari 46 ekor jantan dan 46 ekor betina yang disertai dengan pelatihan intensif terkait teknik budi daya.

Verdy menargetkan para mustahik nantinya mampu bertransformasi menjadi muzaki atau pemberi zakat melalui keberlangsungan usaha peternakan ini.

“Kami ingin mereka semakin mandiri secara ekonomi dan tidak lagi menjadi penerima zakat,” tegas Verdy.

Keberlanjutan ekosistem bisnis peternakan ini akan terus dikawal melalui pendampingan teknis, manajemen kesehatan hewan, pengelolaan pakan, hingga strategi pemasaran.

Wakil Dekan II Fakultas Peternakan Universitas Andalas, Nurhayati, memberikan apresiasi atas sinergi lintas sektoral dalam implementasi tridarma perguruan tinggi tersebut.

Disiplin dalam manajemen pemeliharaan menjadi syarat mutlak untuk memaksimalkan produktivitas bibit kambing berkualitas di kawasan Padayo.

“Peternak perlu memperhatikan kualitas pakan, kebersihan kandang, dan standar pengelolaan susu yang higienis agar memiliki daya saing tinggi,” jelas Nurhayati.

Kepala Bidang Bina Usaha dan Kelembagaan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Sumatera Barat, Nirmala, mendorong hilirisasi produk susu kambing untuk meningkatkan nilai ekonomi.

Pengolahan susu menjadi produk turunan seperti yoghurt atau kefir diyakini mampu memberikan margin keuntungan yang jauh lebih signifikan.

Harga pasar susu kambing saat ini tergolong menjanjikan dengan nilai jual mencapai Rp70 ribu per liter.

Pemerintah provinsi berkomitmen terus memberikan dukungan pembinaan dan promosi guna memperluas akses pasar bagi para peternak lokal.

Salah satu penerima manfaat, Syafrinaldi, menyampaikan rasa syukur atas bantuan modal serta transfer ilmu peternakan yang telah diterima.

Ia optimistis usaha kolektif ini bakal menjadi katalisator bagi perbaikan taraf hidup keluarganya dan masyarakat Kampung Padayo ke depan.