Ranah

Gubernur Mahyeldi Sambut Menteri Lingkungan Hidup Bahas Strategi Perdagangan Karbon

2
×

Gubernur Mahyeldi Sambut Menteri Lingkungan Hidup Bahas Strategi Perdagangan Karbon

Sebarkan artikel ini
mahyeldi-sambut-menteri-lingkungan-hidup-di-sumbar,-bahas-perdagangan-karbon-dan-pengelolaan-sampah
Mahyeldi Sambut Menteri Lingkungan Hidup di Sumbar, Bahas Perdagangan Karbon dan Pengelolaan Sampah

Padang – Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyambut kedatangan Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, di Ruang VIP Bandara Internasional Minangkabau pada Senin (13/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum strategis untuk mengakselerasi pengelolaan sampah terpadu, aksi penanaman pohon, hingga pengembangan perdagangan karbon berbasis perhutanan sosial di wilayah Sumatera Barat.

Sebagai simbol kehormatan, Mahyeldi menyematkan deta kepada sang Menteri sebelum memulai diskusi intensif mengenai isu-isu lingkungan daerah.

Kunjungan kerja selama dua hari ini dijadwalkan mencakup peninjauan langsung inovasi pengelolaan sampah berbasis kawasan serta koordinasi lintas sektor bersama para kepala daerah se-Sumatera Barat.

Mahyeldi menyoroti kapasitas besar perhutanan sosial yang mampu menjadi instrumen penyelaras antara kelestarian ekosistem dan peningkatan kesejahteraan ekonomi warga.

Kelompok perhutanan sosial memiliki peluang luas untuk mengoptimalkan budidaya, ekowisata, hingga jasa lingkungan yang memerlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah pusat.

Menteri Lingkungan Hidup, Moh. Jumhur Hidayat, merespons positif potensi Sumatera Barat dalam mengoptimalkan perdagangan karbon melalui pemanfaatan hutan adat maupun hutan kelola masyarakat.

Setiap kawasan yang teridentifikasi sebagai cadangan karbon wajib didaftarkan melalui Sistem Registrasi Nasional Pengendalian Perubahan Iklim agar memiliki nilai ekonomi.

Unit karbon yang telah terdaftar nantinya dapat diperdagangkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan kompensasi atas emisi karbon yang dihasilkan.

Skema ini memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi langsung melalui upaya konservasi seperti pencegahan penebangan liar dan pengurangan sumber emisi.

Transformasi sektor ini menuntut kesiapan kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni di tingkat daerah.

Pelatihan berkala menjadi kebutuhan mendesak agar masyarakat dan instansi pemerintah daerah memahami secara utuh mekanisime pengelolaan hingga transaksi perdagangan karbon.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat berkomitmen mempererat sinergi dengan Kementerian Lingkungan Hidup demi mewujudkan pelestarian lingkungan yang berdampak nyata bagi ekonomi warga lokal.