Padang – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggencarkan upaya peningkatan kenyamanan beribadah melalui standardisasi tata suara di ribuan masjid dan musala.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Barat, Arry Yuswandi, menegaskan bahwa sistem akustik yang optimal menjadi kunci utama dalam menjaga kekhusyukan jamaah saat mendengarkan khutbah maupun lantunan ayat suci.
Instruksi tersebut mengemuka saat pembukaan Pelatihan Akustik Masjid Batch III di Hotel UNP Hospitality and Convention, Selasa (14/7/2026).
Arry menyoroti pentingnya keahlian teknis operator serta presisi penempatan perangkat audio ketimbang sekadar mengandalkan spesifikasi peralatan yang mahal.
Data pemerintah daerah menunjukkan terdapat 19.741 rumah ibadah yang membutuhkan sentuhan teknis agar kualitas suara yang dihasilkan lebih jernih dan merata.
Inisiatif strategis ini merupakan wujud nyata implementasi falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah dalam memfasilitasi kebutuhan umat.
Pemerintah berharap pembenahan fasilitas audio ini mampu memikat lebih banyak masyarakat untuk memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban umat.
Sebanyak 100 peserta yang mencakup pengurus DMI, teknisi, hingga garin dari berbagai daerah mengikuti pelatihan intensif selama satu hari penuh.
Para peserta menerima pembekalan komprehensif mulai dari desain perancangan hingga taktik operasional sistem suara agar tercipta kenyamanan akustik di setiap sudut ruangan.
Program yang diinisiasi oleh PW DMI Sumbar ini mendapat sokongan penuh dari sektor swasta dan perbankan, yakni Paragon Corp, TOA, serta Bank Nagari.
Agenda ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus pusat DMI, PW DMI Sumbar, serta perwakilan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat.






