Padang Pariaman – Pemerintah pusat bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Barat resmi meluncurkan Gerakan Tobat Ekologis guna memitigasi ancaman bencana hidrometeorologi.
Seremoni peluncuran dihelat melalui aksi penanaman pohon di area Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Kabupaten Padang Pariaman, pada Selasa (14/7/2026).
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, memimpin langsung jalannya acara bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup RI, Moh Jumhur Hidayat.
Langkah strategis ini difokuskan pada penguatan ketahanan daerah melalui integrasi pengelolaan lingkungan berkelanjutan dan sistem penanganan sampah terpadu.
Moh Jumhur Hidayat menegaskan bahwa upaya pelestarian alam kini bertransformasi menjadi tanggung jawab kolektif seluruh lapisan masyarakat.
Ia menekankan agar gerakan ini tidak berhenti pada narasi moral, melainkan bertransformasi menjadi aksi nyata berupa rehabilitasi lahan kritis serta penerapan ekonomi sirkular.
“Seluruh pihak harus mengambil peran sesuai kapasitasnya untuk menyelamatkan lingkungan,” tegas Jumhur.
Bagi Mahyeldi, inisiatif ini merupakan instrumen vital mengingat Sumatera Barat sangat rentan terhadap bencana banjir dan tanah longsor.
Ia meyakini bahwa menjaga kelestarian alam adalah syarat mutlak untuk menjamin keberlangsungan hidup generasi mendatang.
Sebagai bentuk komitmen, Pemprov Sumatera Barat kini mewajibkan seluruh kantor dinas dan sekolah untuk mengelola sampah secara mandiri di sumbernya.
Dalam kesempatan tersebut, Mahyeldi memberikan pujian atas keberhasilan Politeknik Pelayaran Sumatera Barat dalam mengimplementasikan konsep Green Campus.
Kampus ini dinilai sukses mengubah sampah organik menjadi komoditas bernilai ekonomis, seperti pupuk organik dan maggot.
Mahyeldi berharap model pengelolaan sampah inovatif tersebut dapat segera direplikasi oleh institusi pendidikan dan perkantoran lain di seluruh penjuru Sumatera Barat.
Aksi lingkungan ini turut diperkuat dengan penyerahan bantuan bibit kelapa dari PT PLN UID Sumbar dan bibit mangrove dari PT Semen Padang.
Sinergi lintas sektor diharapkan mampu memperkokoh fondasi daerah dalam menyongsong target Indonesia Emas 2045 yang tangguh terhadap bencana.






