Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum menggulirkan 403 paket proyek infrastruktur strategis di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat sepanjang tahun 2026.
Langkah masif ini mengandalkan kucuran Anggaran Belanja Tambahan senilai Rp21,16 triliun demi memastikan pemulihan pascabencana berjalan berkelanjutan.
Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Apri Artoto, memastikan dana tersebut dirancang untuk mengawal proses rehabilitasi agar melampaui fase penanganan darurat.
Alokasi dana terbesar senilai Rp7,52 triliun dialokasikan kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air untuk memperbaiki sistem irigasi serta pengendalian banjir.
Direktorat Jenderal Bina Marga mengelola Rp6,73 triliun guna membangun kembali akses jalan dan jembatan demi memulihkan jalur logistik serta ekonomi warga.
Sektor permukiman mendapatkan dukungan Rp4,02 triliun melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya untuk menuntaskan pembenahan sanitasi dan sistem air minum.
Direktorat Jenderal Prasarana Strategis menerima Rp2,89 triliun untuk mendirikan hunian tetap serta fasilitas publik vital seperti sarana kesehatan dan rumah ibadah.
Data per 21 Juli 2026 menunjukkan progres fisik pengerjaan di lapangan telah mencapai 26,4 persen dari total target paket.
Sementara itu, penyerapan anggaran tercatat sebesar Rp2,40 triliun atau setara 11,35 persen dari total pagu yang tersedia.
Apri menegaskan bahwa capaian ini menjadi bukti konkret komitmen negara dalam mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.
Pemerintah kini berfokus menuntaskan sisa pekerjaan dengan standar tinggi agar konstruksi yang dihasilkan lebih tangguh terhadap ancaman bencana.
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, mengungkapkan pemerintah daerah turut mendukung melalui alokasi Transfer ke Daerah (TKD) sebesar Rp10,6 triliun.
Tito berkomitmen mengoptimalkan koordinasi lintas instansi untuk mengurai hambatan birokrasi, proses pengadaan, hingga kendala pembebasan lahan.
Seluruh upaya percepatan ini ditargetkan supaya masyarakat dapat segera menikmati fasilitas publik yang aman dan fungsional secara optimal.






