Banyuwangi – Banyuwangi akan segera memiliki Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas 200 megawatt. Proyek ini merupakan bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mengembangkan energi baru terbarukan (EBT).
PLTB ini diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2028.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandiani, menegaskan bahwa pembangunan PLTB ini adalah langkah penting menuju kemandirian energi dan target net zero emission.
“PLTB merupakan pembangkit listrik ramah lingkungan, tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca atau polusi udara,” kata Ipuk dalam keterangan tertulisnya, Selasa (18/11/2025).
Dukungan untuk proyek ini datang dari perusahaan energi asal Jerman, WPD.
Managing Director Asia Pasifik WPD, Hans Christoph Brumberg, telah bertemu dengan Bupati Ipuk pada Senin (17/11/2025) untuk memaparkan rencana pembangunan PLTB.
“Perusahaan kami telah berpengalaman di bidang energi angin di Jerman selama puluhan tahun. Kami melihat potensi pengembangan energi terbarukan di Indonesia, dan kami pilih Banyuwangi,” ujar Hans.
Menurutnya, Banyuwangi memenuhi kriteria yang diperlukan untuk pembangunan PLTB.
“Di Banyuwangi kami menemukan lokasi potensial yang sangat menarik dan atraktif, dekat pantai dan di kaki pegunungan,” jelasnya.
PLTB ini akan didukung oleh 25-30 turbin angin.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Banyuwangi, Partana, menjelaskan bahwa proyek ini telah direncanakan sejak 2024.
“Sepanjang 2024-2025 difokuskan untuk memastikan kelayakan teknis dan administratif,” kata Partana.
Pembangunan infrastruktur PLTB akan dilakukan pada 2026-2027.
“Seluruh rangkaian kegiatan tersebut ditargetkan selesai pada akhir tahun 2028 dan akan mencapai Tanggal Operasi Komersial (COD),” pungkas Partana.






