Ranah

Anak Indonesia Manfaatkan Teknologi, Tingkatkan Literasi Digital

206
×

Anak Indonesia Manfaatkan Teknologi, Tingkatkan Literasi Digital

Sebarkan artikel ini
orang-indonesia-‘enggak-ada-matinya’
Orang Indonesia ‘Enggak Ada Matinya’

Jakarta – Masyarakat Indonesia semakin aktif di media sosial. Rata-rata, setiap orang menghabiskan 21 jam 50 menit per minggu untuk berselancar di berbagai platform.

Data ini terungkap dalam laporan terbaru “Digital 2026: Top Digital and Social Media Trends in Indonesia” dari We Are Social.

Artinya, setiap hari, warga Indonesia menghabiskan lebih dari tiga jam di media sosial.

Waktu tersebut tersebar di rata-rata 7,7 platform berbeda setiap bulan. Hal ini menunjukkan ekosistem media sosial yang semakin beragam.

Sebagai perbandingan, rata-rata penduduk dunia hanya menghabiskan 18 jam 36 menit setiap pekan di media sosial dan menonton video online.

Lalu, platform mana yang paling digemari?

WhatsApp masih menjadi yang teratas. Sembilan dari sepuluh pengguna aktif setiap bulan menggunakan aplikasi perpesanan ini.

TikTok dan WhatsApp bersaing ketat dalam hal rata-rata waktu harian yang dihabiskan per pengguna di aplikasi Android.

Pengguna aktif TikTok mencatat waktu 1 jam 53 menit, sementara WhatsApp 1 jam 52 menit.

Namun, YouTube unggul dalam mempertahankan perhatian pengguna, dengan durasi sesi rata-rata terlama, yaitu 16 menit 49 detik. SnackVideo menyusul dengan rata-rata 15 menit 4 detik per sesi.

Managing Director We Are Social Indonesia, Yudhi Hastiardi, mengatakan media sosial telah mengakar kuat dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia.

“Bukan hanya tempat orang terhubung, tetapi juga tempat mereka menemukan, memutuskan, dan bertindak,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

“Dari hiburan hingga e-commerce, media sosial berada di jantung pengalaman digital. Bagi merek, ini berarti hadir di momen yang tepat, di platform yang tepat, dan berbicara dalam bahasa budaya yang benar-benar beresonansi dengan masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Laporan tersebut juga menyoroti peran penting media sosial dalam penemuan merek.

Selain tetap terhubung dengan keluarga dan teman, mengisi waktu luang dan mencari inspirasi untuk kegiatan dan pembelian adalah alasan utama orang Indonesia menggunakan media sosial.

Meskipun mesin pencari masih menjadi sumber utama penemuan merek (38,3 persen), iklan media sosial (37,3 persen) dan komentar media sosial (32,6 persen) berada di urutan kedua.

Dalam sebulan terakhir, sekitar seperlima pengguna internet mengklik atau mengetuk unggahan media sosial bersponsor.

Jejaring sosial juga merupakan saluran utama untuk riset merek online, dengan tiga dari lima orang Indonesia menggunakannya untuk tujuan ini.