Ranah

Kemkominfo Dampingi Anak Sumatra Pulih dari Trauma Banjir

220
×

Kemkominfo Dampingi Anak Sumatra Pulih dari Trauma Banjir

Sebarkan artikel ini
dukungan-psikososial-kemkomdigi-pulihkan-trauma-anak-terdampak-banjir-di-sumatra
Dukungan Psikososial Kemkomdigi Pulihkan Trauma Anak Terdampak Banjir di Sumatra

Padang – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) menggandeng Save the Children untuk memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak korban banjir di Padang, Medan, dan Aceh.

Program yang digelar Sabtu (6/12/2025) ini bertujuan memulihkan kondisi psikologis anak-anak yang terdampak bencana.

Fokus utama program ini adalah pendampingan kelompok rentan melalui kegiatan kreatif. Tujuannya, mengurangi kecemasan dan memulihkan rasa aman pada anak-anak.

Di Lingkungan 8, Kelurahan Belawan Bahagia, sebanyak 102 anak mengikuti berbagai kegiatan menarik. Mulai dari menggambar, mewarnai, permainan kelompok, hingga sesi mendongeng yang menghibur.

Ketua Tim Kemkominfo, Taofiq Rauf, menegaskan pentingnya dukungan kesehatan mental dalam pemulihan pascabencana. Menurutnya, perbaikan infrastruktur saja tidak cukup.

“Pendekatan ini sejalan dengan mandat Kemkominfo dalam memperkuat komunikasi publik yang inklusif dan responsif di wilayah terdampak,” ujar Taofiq Rauf.

Syahferi Anwar, fasilitator Save the Children, mengungkapkan bahwa anak-anak di wilayah terdampak sering mengalami ketakutan ekstrem. Suara hujan menjadi pemicu utama ketakutan mereka.

“Begitu hujan turun, yang mereka cari pertama adalah orang tua. Objek lekat mereka terguncang,” jelas Syahferi.

Pendampingan dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi pengenalan, kegiatan inti, dan fase transisi. Tujuannya, memastikan anak-anak tidak kembali ke trauma awal.

“Jangan sampai anak sudah stabil lalu kita pergi dan mereka kembali ke trauma awal. Itu yang kami hindari,” tegasnya.

Untuk anak-anak yang terpisah dari orang tua, pendamping menggunakan metode Psychological First Aid. Anak-anak didekati secara bertahap sambil terus memantau emosi mereka.

Di Aceh, kegiatan serupa diikuti oleh 218 anak perempuan, 194 anak laki-laki, dan 88 pendamping. Kegiatan berlangsung di Posko Pengungsian Meunasah Krueng, Manyang Cut, Meuredeu Pidie Jaya, Minggu (7/12).

Sementara di Padang, kegiatan berlangsung di tiga titik, salah satunya di posko pengungsian Akademi Maritim Sapta Samudera, Lubuk Minturun.

Beragam aktivitas ini dinilai efektif memulihkan rutinitas dan kepercayaan diri anak. Selain itu, juga memperkuat interaksi sosial dan menurunkan kecemasan setelah bencana.

Pada sesi akhir, fasilitator melatih remaja dan warga menjadi relawan psikososial. Langkah ini bertujuan membangun ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana berulang.

Kemkominfo memastikan program dukungan psikososial akan terus diperluas. Tujuannya, mempercepat pemulihan nasional dan memastikan komunikasi publik berjalan efektif.

Selain itu, Kemkominfo juga membangun posko dan Media Center di sejumlah wilayah. Upaya ini mencakup pemulihan jaringan telekomunikasi serta penyediaan ruang koordinasi darurat.