Jakarta – Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 diharapkan menjadi angin segar bagi pelaku UMKM yang terdampak bencana. Ajang ini diharapkan menjadi momentum pemulihan ekonomi.
Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA), Hilmi Adrianto, menyampaikan hal ini pada Rabu (10/12/2025).
“Di masa kedukaan akibat bencana ini, Harbolnas bisa menjadi momentum bagi UMKM dan pejuang usaha lokal untuk meningkatkan kembali perekonomian,” kata Hilmi.
Berbagai kampanye dan diskon selama Harbolnas 2025 diharapkan mendorong peningkatan transaksi bagi UMKM.
idEA optimistis ajang tahunan ini mampu mencapai target nilai transaksi sebesar Rp35 triliun.
“Sejauh ini, kami tetap menargetkan Rp35 triliun. Kami masih optimis promo-promo ini bisa menggairahkan penjualan produk lokal,” ujarnya.
Meski ada perkiraan beberapa UMKM di daerah terdampak bencana belum dapat berpartisipasi penuh, Hilmi meyakini Harbolnas 2025 tetap dapat berkontribusi membantu warga terdampak.
“Banyak masyarakat yang bisa berbelanja untuk membantu para korban bencana, sehingga mereka juga terbantu dengan adanya program Harbolnas ini,” tuturnya.
Terkait distribusi barang, idEA bekerja sama dengan perusahaan logistik untuk menyesuaikan mekanisme pengiriman dengan kondisi lapangan.
“Kami mencoba semaksimal mungkin untuk mengirim produk yang sudah dipesan agar bisa sampai ke daerah-daerah yang memesannya,” pungkas Hilmi.






