Jakarta – Harga emas global diperkirakan kembali mencetak rekor tertinggi pada pekan mendatang, melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada Oktober lalu. Analis memproyeksikan harga emas berpotensi menembus level US$ 4.415 per troy ounce.
Proyeksi ini melampaui rekor sebelumnya yang tercatat pada Oktober lalu, yaitu US$ 4.381 per troy ounce.
Pada penutupan perdagangan Sabtu (20/12/2025), harga emas dunia berada di level US$ 4.338 per troy ounce.
Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang dan komoditas, mengungkapkan beberapa faktor yang mempengaruhi pergerakan harga emas.
Menurutnya, jika harga emas dunia mengalami penguatan, resistance pertama berada di US$ 4.378.
“Namun, jika terjadi koreksi, support pertama diproyeksikan berada di level US$ 4.291, dan support kedua di US$ 4.256,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025).
Direktur PT Traze Andalan Futures tersebut menambahkan, potensi penurunan suku bunga acuan oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed) pada tahun depan menjadi salah satu faktor utama.
Selain itu, tensi geopolitik antara Israel dan Iran juga berpotensi mendongkrak harga emas.
“Rencana serangan militer baru Israel terhadap Iran pada tahun 2026 berpotensi mendorong harga emas dunia ke level US$ 4.415,” kata Ibrahim.
Para ekonom juga mewanti-wanti bahwa penutupan pemerintah AS selama 43 hari dapat mendistorsi data ekonomi, sehingga kehati-hatian diperlukan dalam membahas penurunan suku bunga.
Di dalam negeri, Ibrahim memprediksi harga logam mulia dapat mencapai Rp 2,6 juta per gram jika harga emas dunia melonjak.
Namun, jika terjadi koreksi, harga logam mulia diperkirakan dapat turun hingga ke level Rp 2,4 juta per gram pada pekan depan.






