Ranah

Shelter Indonesia Perkenalkan Arah Bisnis Berbasis Teknologi

92
×

Shelter Indonesia Perkenalkan Arah Bisnis Berbasis Teknologi

Sebarkan artikel ini
shelter-indonesia-perkenalkan-ekosistem-digital-untuk-operasional-terintegrasi
Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital untuk Operasional Terintegrasi

Jakarta – Shelter Indonesia resmi meluncurkan arah bisnis baru melalui agenda Corporate Branding dan Brand Positioning sebagai penegasan transformasi perusahaan dari penyedia alih daya berbasis tenaga kerja menjadi ekosistem kerja terintegrasi yang ditopang sistem dan teknologi.

Chief Executive Officer Shelter Indonesia, Hari Wahyudin, mengatakan perubahan itu muncul seiring dengan berkembangnya kebutuhan operasional dunia usaha. Menurut dia, perusahaan saat ini tak lagi cukup hanya memperoleh layanan yang berjalan, tetapi juga membutuhkan visibilitas yang lebih jelas, kendali yang lebih kuat, serta pengambilan keputusan yang lebih akurat.

“Transformasi ini didorong oleh perubahan kebutuhan operasional dunia usaha. Saat ini, perusahaan tidak lagi hanya membutuhkan layanan yang berjalan, tetapi juga visibilitas yang lebih jelas, kendali yang lebih kuat, serta pengambilan keputusan yang lebih akurat,” ujar Hari dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2026.

Ia menjelaskan, pola kerja yang masih terpisah dan manual sudah tidak lagi memadai untuk menjawab kebutuhan bisnis yang semakin dinamis. Karena itu, Shelter Indonesia mengubah pendekatan operasional agar lebih terhubung, terukur, dan berbasis data.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, perusahaan memperkenalkan Shelter+, platform digital yang dirancang untuk mendukung operasional secara menyeluruh dalam satu ekosistem. Melalui platform ini, berbagai aktivitas dapat dipantau dan dikelola secara terintegrasi.

Layanan yang berada di bawah Shelter+ meliputi pemantauan keamanan lewat Shelter Guard, pengelolaan cleaning service melalui Shelter Cleaning, pelacakan aktivitas penjualan lewat Sellgo, hingga pengelolaan tenaga kerja fleksibel melalui Casual Work.

Hari menegaskan, arah baru ini lahir dari kebutuhan membangun operasional yang lebih utuh dan terkendali. Menurut dia, tantangan saat ini bukan hanya memastikan pekerjaan berjalan, tetapi juga memastikan setiap proses bisa dipantau, diukur, dan dikelola dengan lebih baik.

“Arah Shelter Indonesia ke depan adalah menjadi mitra strategis operasional yang mengintegrasikan sumber daya manusia dan teknologi, agar operasional klien dapat berjalan lebih terukur, transparan, dan terkendali,” kata Hari.

Dengan transformasi tersebut, Shelter Indonesia kini menempatkan diri bukan sekadar sebagai penyedia tenaga kerja operasional. Perusahaan ingin berkembang menjadi ekosistem tenaga kerja terintegrasi yang memadukan sumber daya manusia dan teknologi untuk menjawab kebutuhan klien secara lebih menyeluruh.

Dari sisi pengembangan pasar dan solusi, Chief Marketing Officer Shelter Indonesia, Nino Mayvi, menegaskan bahwa kebutuhan klien terus berkembang.