Jakarta – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menargetkan renovasi 21 ribu rumah tidak layak huni di Papua melalui program bedah rumah yang akan mulai berjalan pada Selasa, 21 April 2026.
Maruarar menyebut program itu merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto yang meminta rumah-rumah tidak layak huni segera diperbaiki secara besar-besaran.
“Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto, rumah-rumah yang tidak layak huni harus segera diperbaiki secara masif,” kata Maruarar di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat, 17 April 2026.
Ia menambahkan, rencana tersebut juga sudah disampaikan kepada Hashim Djojohadikusumo selaku Ketua Satuan Tugas Perumahan.
Menurut Maruarar, program bedah rumah itu akan digelar di enam provinsi dan mencakup 42 kabupaten/kota. Setiap daerah akan memperoleh sedikitnya 500 unit rumah untuk direnovasi.
Selain memperbaiki rumah, pemerintah juga menyiapkan perluasan program kredit usaha rakyat atau KUR perumahan ke Papua. Skema pembiayaan perumahan itu juga akan dijalankan melalui kerja sama dengan PT Sarana Multigriya Finansial dan PT Permodalan Nasional Madani.
Maruarar menegaskan, pemerintah tidak hanya membangun dan merenovasi rumah, tetapi juga menata kawasan kumuh agar lebih tertib dan layak huni.
“Jadi program kami cukup banyak, tidak hanya membangun dan merenovasi rumah, tapi juga membuat kawasannya tidak kumuh. Kemudian manusianya diberdayakan secara ekonomi,” ujarnya.






