Padang – Upaya menekan volume sampah organik di Sumatera Barat kini mengandalkan pendekatan biologis melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF). Inisiatif ini lahir dari kolaborasi strategis antara PT Semen Padang, FMIPA Universitas Andalas, dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumatera Barat yang diimplementasikan di kawasan Belimbing Indah, Selasa (19/5/2026).
Kepala Unit CSR PT Semen Padang, Harnes, menekankan bahwa program ini dirancang melampaui sekadar bantuan sosial. Pihaknya berkomitmen memastikan setiap dukungan yang diberikan mampu bertransformasi menjadi proyek percontohan mandiri yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Metode biologis menggunakan maggot terbukti efektif mengurai sisa makanan dalam waktu singkat tanpa menimbulkan polusi sekunder. Kami akan terus mengawal implementasi hasil workshop ini agar peserta mampu mencapai kemandirian dalam produksi pupuk dan pakan ternak secara berkelanjutan,” ungkap Harnes.
Di sisi lain, Kepala DLH Sumatera Barat, Tasliatul Fuaddi, menyoroti pentingnya pergeseran paradigma dalam pengelolaan sampah. Menurutnya, ketergantungan pada Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) tidak lagi memadai sebagai solusi tunggal. Ia mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor sebagai langkah edukasi masyarakat yang lebih terstruktur.
“Pengelolaan sampah menuntut keterlibatan aktif dari berbagai elemen, mulai dari perguruan tinggi, dunia industri, hingga masyarakat luas. Momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini menjadi pengingat krusial bahwa isu lingkungan adalah tanggung jawab kolektif,” tegas Tasliatul saat membuka kegiatan tersebut.
Sementara itu, Wakil Dekan FMIPA Universitas Andalas, Admi Nazra, memandang sinergi ini sebagai momentum krusial bagi hilirisasi riset akademis. Keterlibatan korporasi dalam penyediaan sarana pendukung dinilai mampu mempercepat penerapan teknologi tepat guna di tengah masyarakat, termasuk di lingkungan pondok pesantren seperti MTI Kapau.
“Tantangan sampah organik harus dijawab dengan pendekatan ilmiah yang partisipatif. Budidaya maggot BSF merupakan solusi relevan yang dapat diterapkan secara luas,” pungkas Admi.






