Padang – Sebanyak 15 jurnalis yang tergabung dalam program Journalism Fellowship on CSR mendapatkan pelatihan intensif mengenai teknik Mobile Journalism (Mojo) pada Kamis (11/6/2026). Inisiatif yang dihelat oleh Gerakan Wartawan Peduli Pendidikan (GWPP) bersama TBIG ini bertujuan meningkatkan kompetensi awak media cetak maupun daring dalam memproduksi konten visual yang berkualitas.
Dalam sesi tersebut, pakar Digital Content and Visual Media, Abdul Malik MSN, menekankan bahwa kunci utama Mojo terletak pada kemampuan jurnalis dalam merangkai fakta menjadi narasi visual yang utuh, bukan sekadar mengandalkan kecanggihan ponsel pintar.
Salah satu aspek krusial yang disoroti Malik adalah kualitas audio. Ia mengingatkan bahwa audiens cenderung lebih toleran terhadap kualitas gambar yang standar dibandingkan dengan audio yang buruk. “Audio memegang peranan krusial hingga 50 persen dalam sebuah video, baik itu suara narasumber maupun natural sound,” ujar pengajar di Polimedia tersebut.
Terkait teknis pengambilan gambar, Malik mengarahkan peserta untuk menyesuaikan format dengan platform distribusi. Konten yang ditujukan untuk televisi, YouTube, atau situs web media disarankan menggunakan format landscape. Sebaliknya, untuk kebutuhan media sosial seperti Reels atau TikTok, format portrait menjadi pilihan yang lebih tepat.
Guna menjaga dinamika cerita, peserta dibekali rumus teknis Wide, Medium, Close (WMC) 123. Struktur ini mencakup elemen lead, aktivitas, lokasi, wawancara, hingga penutup yang menonjolkan detail. Malik menyarankan durasi pengambilan gambar yang singkat, yakni 3 hingga 8 detik per shot, agar alur video tetap terjaga.
Dalam aspek produksi, pendiri Asosiasi Konten Kreator Desa Indonesia (AKKDI) ini mendorong jurnalis untuk memaksimalkan perangkat yang tersedia, mulai dari resolusi 720p hingga 4K. Ia juga memperkenalkan berbagai aplikasi penyuntingan video yang praktis digunakan, seperti VN, Capcut, Kinemaster, hingga Adobe Premiere.
“Video yang bagus adalah video yang benar-benar dibuat dan selesai dikerjakan,” pungkasnya.






