BudayaRanah

Pemko Padang Pacu Kuliner Multietnis Menuju Jejaring Kota Kreatif UNESCO

42
×

Pemko Padang Pacu Kuliner Multietnis Menuju Jejaring Kota Kreatif UNESCO

Sebarkan artikel ini
pemko-padang-optimalkan-kuliner-multietnis-menuju-kota-gastronomi-unesco
Pemko Padang Optimalkan Kuliner Multietnis Menuju Kota Gastronomi UNESCO

Padang – Pemerintah Kota Padang tengah memacu persiapan intensif guna menembus daftar Jejaring Kota Kreatif UNESCO sebagai Kota Gastronomi dunia pada 2027. Fokus utama dari upaya ini adalah menonjolkan narasi kuliner lokal yang lahir dari perpaduan harmonis berbagai etnis di ibu kota Sumatera Barat tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang, Yenni Yuliza, menjelaskan bahwa pihaknya kini sedang merampungkan dokumen pengajuan untuk mengikuti seleksi nasional yang sangat kompetitif. Nantinya, pemerintah pusat akan menyaring 17 kota kreatif untuk kemudian memilih dua kota terbaik yang akan diusulkan ke tingkat internasional.

“Kami berharap penuh Kota Padang bisa menjadi wakil Indonesia di bidang gastronomi. Semoga berkas kita lolos agar kuliner Padang resmi mendapatkan pengakuan dunia pada 2027,” ujar Yenni, Selasa (16/6).

Menurut Yenni, gastronomi bukan sekadar urusan cita rasa, melainkan perpaduan antara seni memasak dan nilai sejarah yang memiliki daya jual tinggi. Identitas kuliner Padang yang unik berakar dari sejarah panjang “Urang Padang Jalan Barampek”, yakni kehidupan berdampingan antara etnis Minangkabau, Tionghoa, India, dan Nias.

Akulturasi budaya ini menciptakan tradisi dapur yang saling memperkaya. Sebagai contoh, pengaruh etnis Tionghoa melahirkan varian Nasi Padang peranakan di kawasan Kampung Pondok, sementara jejak etnis India keturunan Tamil terlihat dominan pada racikan rempah soto lokal serta sajian Martabak Malabar.

“Keberagaman etnis di Padang tidak membuat mereka memasak secara terpisah, melainkan saling memperkaya rasa masakan Padang itu sendiri,” tegasnya.

Langkah strategis ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah. Selain memacu pertumbuhan sektor UMKM, status sebagai Kota Gastronomi UNESCO diyakini akan menjadi magnet kuat untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, yang pada akhirnya akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).