Ranah

Pemkot Padang Kucurkan Rp40 Miliar Revitalisasi Pasar Raya Tingkatkan Ekonomi

41
×

Pemkot Padang Kucurkan Rp40 Miliar Revitalisasi Pasar Raya Tingkatkan Ekonomi

Sebarkan artikel ini
jelang-tahun-ajaran-baru,-pasar-raya-fase-vii-jadi-motor-peningkatan-ekonomi-kota-padang
Jelang Tahun Ajaran Baru, Pasar Raya Fase VII Jadi Motor Peningkatan Ekonomi Kota Padang

Padang – Pemerintah Kota Padang menggelontorkan dana sebesar Rp40 miliar untuk membenahi sarana dan prasarana di Pasar Raya Padang. Proyek revitalisasi yang akan dieksekusi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) ini bertujuan menciptakan kenyamanan bagi pengunjung sekaligus memperkuat ekosistem perdagangan di pusat kota.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Fizlan Setiawan, menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur tersebut menjadi fondasi krusial untuk menjamin keberlangsungan aktivitas ekonomi jangka panjang. Di tengah upaya tersebut, momentum tahun ajaran baru 2026 diproyeksikan menjadi katalisator bagi pedagang di Fase VII untuk meningkatkan omzet.

Kawasan Fase VII kini telah bertransformasi menjadi pusat belanja yang lebih variatif. Selain menyediakan pakaian dan perlengkapan ibadah, area ini kini menjadi destinasi lengkap bagi masyarakat yang mencari kebutuhan sekolah, mulai dari tas, sepatu, hingga alat tulis.

“Tentu ini sebuah peluang bagi pelaku usaha kita. Masyarakat dapat mencari sepatu, tas, dan alat tulis yang sesuai dengan kebutuhan yang sudah tersedia lengkap di Pasar Raya Fase VII,” ujar Fizlan.

Guna memaksimalkan potensi pasar tersebut, Dinas Perdagangan menggandeng sejumlah mitra strategis untuk mempermudah akses masyarakat. Sinergi dengan sektor perbankan seperti Bank Nagari serta penyedia layanan transportasi daring terus diperkuat. Langkah kolaboratif ini diharapkan mampu mendongkrak daya beli masyarakat sekaligus menggairahkan sektor perekonomian lokal.

Di sisi lain, pemerintah daerah tetap waspada terhadap potensi fluktuasi harga kebutuhan pokok. Sebagai langkah antisipasi lonjakan harga saat aktivitas pasar meningkat, operasi pasar secara berkala akan rutin digelar. Intervensi ini difokuskan pada komoditas strategis, seperti beras, minyak goreng, dan cabai, guna memastikan ketersediaan stok dengan harga yang tetap terjangkau bagi masyarakat.